Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Filipina mulai memperketat keamanan sekolah menjelang tahun ajaran baru pada 8 Juni. Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. dan Menteri Pendidikan Sonny Angara meninjau jaringan CCTV yang baru dipasang di Kapitbahayan Elementary School, Navotas City, Selasa.

Melansir Philippine News Agency (PNA), Selasa, 2 Juni, pemasangan kamera pengawas itu menjadi bagian dari program keamanan Departemen Pendidikan atau DepEd. Tujuannya mencegah perundungan, vandalisme, dan orang luar masuk ke sekolah tanpa izin.

Angara mengatakan sekolah yang aman membuat siswa lebih mudah fokus belajar.

“Ketika sekolah aman karena CCTV, anak-anak bisa lebih fokus belajar,” kata Angara.

Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. dan Menteri Pendidikan Sonny Angara meninjau kesiapan sekolah, termasuk jaringan CCTV, dalam peluncuran Brigada Eskwela di Navotas City. Foto: PNA
Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. dan Menteri Pendidikan Sonny Angara meninjau kesiapan sekolah, termasuk jaringan CCTV, dalam peluncuran Brigada Eskwela di Navotas City. (Foto: PNA)

Selain keamanan, pemerintah Filipina juga mendorong penguatan literasi. Di sekolah itu, Marcos dan Angara meninjau Reading Nook, ruang baca kecil berisi buku sesuai usia untuk siswa taman kanak-kanak hingga kelas 3 SD.

Program ini terhubung dengan Tara, Basa! Tutoring Program, yang mengerahkan mahasiswa untuk membimbing siswa SD yang masih kesulitan membaca.

Menurut data sekolah, 823 siswa yang mengikuti program ARAL pada awal tahun ajaran sebelumnya berhasil keluar dari kategori kesulitan membaca dan matematika pada akhir masa belajar.

PNA melaporkan, Program ARAL secara nasional menurunkan jumlah siswa yang masih kesulitan belajar dari 6,7 juta menjadi 2,2 juta.

Kunjungan itu juga menjadi pembuka Brigada Eskwela, kegiatan gotong royong tahunan untuk membersihkan dan memperbaiki sekolah sebelum tahun ajaran dimulai. Relawan, guru, orang tua, dan pekerja ikut terlibat.

Angara menyebut perbaikan ruang kelas terbantu oleh program TUPAD dari Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan. Program itu mengerahkan sekitar 240.000 pekerja untuk Brigada Eskwela secara nasional.

Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina Rex Gatchalian turut mendampingi kunjungan tersebut.

Marcos juga diperlihatkan bangunan sekolah bersejarah yang dibangun pada masa pemerintahan ayahnya, mendiang Presiden Ferdinand E. Marcos Sr. Ia juga melihat gedung lain yang disumbangkan pada masa ibunya, mantan Ibu Negara Imelda R. Marcos, melalui National Housing Authority.

Kunjungan itu juga menyoroti perbaikan ruang kelas melalui Brigada Eskwela, yang tahun ini dibantu sekitar 240.000 pekerja program TUPAD secara nasional.