JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak seluruh masyarakat memaknai Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kebajikan, terutama yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di hari yang penuh berkah dan hikmah ini, kita kembali diingatkan pada esensi luhur Hari Suci Waisak. Nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya bukan sekadar fondasi spiritual, melainkan juga kompas moral yang menuntun kita untuk hidup dalam kedamaian, ketenteraman, dan cinta kasih tanpa batas. Keberagaman dan toleransi adalah identitas sekaligus kekuatan sejati Indonesia,” tutur Menpar Widiyanti dilansir dari ANTARA, 1 Juni.
Peringatan Waisak tahun ini yang mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” diharapkan turut membantu masyarakat dalam refleksi diri, mempererat persaudaraan, serta menjaga kelestarian alam demi mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.
Puncak Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (31/5) diikuti dengan pelepasan 2.570 lampion tidak hanya oleh umat Buddha tetapi juga wisatawan yang menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dan sarat makna.
Pelepasan lampion melambangkan penerangan kehidupan, pelepasan energi negatif, penyampaian doa, serta harapan baik untuk terciptanya kehidupan yang damai dan penuh kebijaksanaan.
Perayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dan Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Ketua Umum DPP WALUBI, Hartati Murdaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Perayaan Waisak tahun ini.
“Dukungan tersebut memberikan harapan besar bagi terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis, rukun, dan damai sehingga pembangunan bangsa dapat terus berjalan dengan baik,” tutur Hartati
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang hadir didamingi Menpar menyampaikan perayaan Waisak di Borobudur tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol kuat bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa.
Wapres menilai Indonesia sebagai bangsa besar membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai modal utama dalam pembangunan. Nilai-nilai luhur Buddha seperti cinta kasih (Metta), kasih sayang (Karuna), dan kebijaksanaan (Panna) dinilai sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
“Untuk itu, mari kita wariskan kepada anak dan cucu kita Indonesia yang lebih rukun, lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat,” ucap Wapres.
Hadir pula Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengungkapkan Indonesia saat ini berada pada tingkat kerukunan yang sangat baik. Berdasarkan data Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) nasional tercatat berada di atas 76 persen.
BACA JUGA:
“Angka ini merefleksikan bahwa secara makro kohesi sosial dan toleransi antarumat beragama di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat sehat. Angka itu harus dapat bertransformasi menjadi kedaulatan moral,” kata Nasaruddin.
Melalui peringatan Waisak, Menag berharap setiap individu mampu membangun perdamaian dalam dirinya, karena perdamaian dunia berawal dari kedamaian yang tumbuh di dalam diri masing-masing.
Puncak Perayaan Waisak merupakan ritual keagamaan paling sakral bagi umat Buddha dan menjadi perayaan terbesar sepanjang tahun. Selain memiliki makna spiritual yang mendalam, perayaan ini juga dapat disaksikan oleh masyarakat luas dan wisatawan, sehingga menjadi daya tarik yang mampu menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara setiap tahunnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual, budaya, dan pariwisata dapat tumbuh berdampingan serta saling memperkuat dalam membangun citra Indonesia sebagai bangsa yang menghargai keberagaman.
Rangkaian Perayaan Waisak 2026 berlangsung sepanjang bulan Mei dan diawali dengan kegiatan karya bakti secara serentak di seluruh Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.