JAKARTA - Mawar China ikut menarik perhatian dalam kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing. Saat berjalan bersama Presiden Xi Jinping di Zhongnanhai, kompleks kepemimpinan bersejarah China, Trump sempat berhenti mengagumi bunga yang tumbuh di bekas taman kekaisaran itu.
Mengutip laporan China Daily, Selasa, 26 Mei, Xi mengatakan kepada Trump bahwa salah satu pohon yang mereka lihat berusia 490 tahun. Xi juga menyebut akan mengirim benih mawar China dari taman itu sebagai hadiah.
“Saya suka itu; luar biasa,” kata Trump.
Mawar China atau yueji bukan hanya tanaman hias. Bunga ini punya sejarah lebih dari 2.000 tahun dan disebut sebagai salah satu dasar lahirnya mawar modern yang kini tersebar di dunia.
Menurut Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China serta Administrasi Taman Nasional, catatan tentang mawar China sudah ada sejak Dinasti Han pada 206 SM hingga 220 M. Budidayanya berkembang pesat pada Dinasti Tang dan Song.
Ketika mawar China masuk ke Eropa, para pemulia tanaman menyilangkannya dengan mawar lokal. Langkah itu membantu mengatasi masalah lama mawar Eropa, yakni masa berbunga pendek dan aroma yang lemah.
BACA JUGA:
Dari proses panjang itu, kini ada lebih dari 40.000 varietas mawar di dunia. Banyak di antaranya berakar dari mawar China.
Di Beijing, mawar China sedang mekar di banyak sudut kota. Jalur hijau Jalan Lingkar Keempat dipoles menjadi koridor bunga sepanjang 65,3 kilometer. Saat proyek selesai pada November, kawasan itu diperkirakan memiliki sekitar 710.000 tanaman mawar.
Biro Kehutanan dan Taman Kota Beijing menyebut varietas baru ditambahkan agar masa berbunga lebih panjang, dari Mei hingga akhir Oktober.
Bagi warga Beijing, mawar bukan barang mewah. Di kawasan hutong, gang tradisional Beijing, bunga ini tumbuh memanjat dinding dan pagar rumah.
Wang Meng, insinyur senior lanskap di Taman Taoranting, tumbuh di kawasan hutong Hufangqiao. Ia menyebut mawar China sebagai bagian dari ingatan warga kota.
“Tumbuh di hutong, mawar China selalu ada di sekitar saya,” kata Wang dikutip China Daily. “Bunga ini bagian dari lingkungan dan kenangan kami.”
Taman Taoranting berdiri pada 1952 dan menjadi salah satu taman publik besar pertama di Beijing setelah berdirinya Republik Rakyat China. Di taman mawar Shengchun Shan Fang, terdapat lebih dari 19.000 tanaman dari 20 varietas.
Tidak jauh dari sana, Kuil Surga juga memiliki taman mawar besar. Di tempat ini, bunga tumbuh berdampingan dengan arsitektur tua dan pepohonan berusia ratusan tahun.
Fu Yinghui, kepala tim mawar di pusat bunga Kuil Surga, telah bekerja di taman itu hampir 40 tahun. Menurut dia, taman mawar di lokasi tersebut mulai berkembang sejak 1956, ketika Beijing mendatangkan mawar dari China selatan.
Pada 1960, ahli hortikultura Jiang Endian, yang dikenal sebagai “Lady of Roses”, ikut membantu membangun taman mawar modern di Kuil Surga. Tiga tahun kemudian, luas taman itu mencapai sekitar 13.000 meter persegi dan menjadi taman mawar publik terbesar di China saat itu.
Fu mengatakan mawar mulai menyebar luas di Beijing pada awal 1990-an. Saat Asian Games 1990, jalan-jalan kota mulai dihiasi mawar berwarna cerah.
“Sebelumnya mawar dianggap bunga mahal untuk lanskap kota,” kata Fu. “Perlahan bunga ini menjadi bagian dari kehidupan warga.”
Kini, mawar China tampil di berbagai ruang Beijing, dari Zhongnanhai, gang hutong, taman publik, hingga kawasan Kuil Surga. Bunga itu menjadi bagian dari sejarah kota sekaligus kehidupan sehari-hari warganya.