Bagikan:

JAKARTA - Pakistan meyakini Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik paling cepat pekan ini.

“Penandatanganan kesepakatan diperkirakan dapat dilakukan kapan saja pekan ini, karena kedua pihak hanya masih berbeda pendapat mengenai beberapa isu operasional,” kata seorang sumber pemerintah Pakistan kepada Anadolu, Senin, 25 Mei.

“Ini bukan semacam kebuntuan,” sambung sumber tersebut, seraya menyebut kedua pihak pada prinsipnya telah menyepakati rancangan kesepakatan “satu halaman” sambil terus melanjutkan pembahasan mengenai masalah operasional terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menurut sumber tersebut, perbedaan yang tersisa berkaitan dengan implementasi, bukan prinsip politik yang lebih luas.

“Perselisihan utama saat ini adalah keberadaan militer pasukan AS di dekat perairan teritorial Iran bahkan setelah blokade berakhir,” kata salah satu sumber.

Sumber itu menambahkan Washington ingin mempertahankan kehadiran militer di kawasan, sementara “Teheran menginginkan situasi seperti sebelum perang.”

Sumber-sumber tersebut mengatakan Pakistan bersama mediator regional tengah mencari formula kompromi untuk menjembatani perbedaan yang masih ada.

Niat baik dan komitmen semua pihak

Sebelumnya pada Senin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Teheran dan Washington telah mencapai kesimpulan atas “sebagian besar” isu yang dibahas, namun mengingatkan agar tidak menganggap kesepakatan sudah dekat.

“Benar jika dikatakan kami telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar isu yang dibahas,” kata Baqaei kepada wartawan di Teheran.

“Namun untuk mengatakan ini berarti penandatanganan kesepakatan akan segera dilakukan, tidak seorang pun dapat membuat klaim seperti itu,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan pada Senin, kemungkinan akan ada perkembangan dalam perundingan dalam waktu dekat.

“Pekerjaan masih berlangsung. Kami pikir mungkin ada kabar tadi malam, mungkin hari ini …,” kata Rubio kepada wartawan di New Delhi.

Sumber Pakistan mengatakan kedua pihak kemungkinan pada akhirnya akan mencapai kesepakatan sementara “cepat atau lambat,” namun memperingatkan mempertahankan kesepakatan tersebut dapat menjadi jauh lebih sulit.

Mereka mengatakan tahap kedua perundingan kemungkinan akan membahas isu-isu yang lebih sensitif dan kompleks secara teknis, termasuk program nuklir Iran, pengelolaan persediaan uranium yang diperkaya, dan pengaturan jangka panjang terkait Selat Hormuz.

Sumber tersebut menyebut pencapaian kesepakatan atas persoalan yang “sangat kompleks” seperti isu nuklir tidak akan menjadi “hal yang mudah.”

Mereka mengatakan para mediator telah mengusulkan beberapa kerangka kemungkinan untuk menangani isu nuklir, termasuk model serupa Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dan mekanisme pengawasan pihak ketiga yang melibatkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

“Penyelesaian isu-isu kompleks seperti ini selalu membutuhkan niat baik dan komitmen dari semua pihak,” kata salah satu sumber.

Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, disertai penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.