Bagikan:

JAKARTA - Para pemukim ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki merusak dan menghancurkan puluhan batu nisan di desa-desa Palestina Kisan dan Rashaydeh, sebelah timur Bethlehem, pada Selasa 19 Mei.

Menurut kantor berita Wafa dikutip dari AN, beberapa batu nisan tersebut milik orang-orang yang meninggal selama Mandat Inggris untuk Palestina, yang berlangsung antara tahun 1920 dan 1948.

Sementara nisan yang lain milik individu yang dibunuh oleh pasukan Israel.

Wafa melaporkan peristiwa ini berawal dari dicegahnya penduduk Rashaydeh Palestina menguburkan seorang anak di pemakaman Kisan dan Rashaydeh pada Selasa pagi. Para pemukim ilegal kemudian merusak puluhan batu nisan.

Pemakaman tersebut, digunakan bersama oleh kedua desa, terletak sekitar 3 km dan berisi lebih dari 2.000 kuburan, tiga sumur air, dan area salat yang telah ditentukan.

Semua pemukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional. Sekitar 500.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, bersama dengan sekitar 3 juta warga Palestina.

Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag telah mengeluarkan surat perintah penangkapan rahasia untuk Bezalel Smotrich, menteri keuangan sayap kanan Israel dan pemimpin pemukim terkemuka, atas dugaan pengusiran paksa warga Palestina sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.