JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung baru Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Puskesmas pembantu yang melayani lebih dari 20 ribu warga itu kini tak hanya menjadi tempat berobat, tapi juga ruang aktivitas lansia hingga area tumbuh kembang anak.
Di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan tingkat lingkungan, Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II mencatat rata-rata kunjungan 80 sampai 100 pasien per hari sepanjang 2025. Fasilitas tersebut menjadi salah satu dari delapan puskesmas pembantu di Kecamatan Kembangan.
"Puskesmas ini setiap hari melayani antara 80 sampai 100 orang. Tadi saya melihat hampir semua fasilitas yang dimiliki kondisinya sangat baik dan respons masyarakat rata-rata mengapresiasi pelayanan yang ada," tutur Pramono, Senin, 18 Mei.
Selain layanan kesehatan dasar, Pramono menyoroti sejumlah fasilitas yang dinilai berbeda dari puskesmas pembantu pada umumnya. Salah satunya area aktivitas lansia yang dimanfaatkan warga lanjut usia untuk berolahraga dan bersosialisasi.
"Bahkan baru pertama kali saya melihat ada kelompok lansia, ada yang sampai usia 83 tahun, memanfaatkan puskesmas ini sebagai tempat berkumpul sekaligus sarana berolahraga dan bersilaturahmi," jelas Pramono.
Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II menghadirkan sejumlah layanan seperti Teras Sehat yang memadukan aktivitas hidroponik, tanaman obat keluarga, dan budidaya ikan untuk lansia. Ada pula fasilitas Glam/Gym Lansia Aktif Mandiri untuk aktivitas fisik ringan serta Area Moana yang difokuskan bagi pengembangan motorik anak.
Pemprov DKI juga menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) di fasilitas tersebut. Konsep ini mengintegrasikan layanan kesehatan berbasis siklus hidup mulai dari ibu dan anak, usia produktif, hingga lansia dengan pendekatan promotif dan preventif.
"Dengan diresmikannya Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II ini, mudah-mudahan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan di Jakarta semakin baik dan dapat dilayani sebaik-baiknya," ujarnya.
Saat ini Pemprov DKI Jakarta memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Pemerintah provinsi juga berencana menambah dua rumah sakit baru untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat.
"Itulah yang menjadi ujung tombak Pemerintah DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat," unggkap Pramono.
Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II didukung 17 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, hingga tenaga pendukung lainnya untuk melayani empat RW di wilayah Meruya Selatan II.
Selain penguatan fasilitas kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menjalankan sejumlah program prioritas lain seperti pemeriksaan kesehatan gratis, layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas melalui JakCare, hingga digitalisasi layanan kesehatan lewat JAKSIMPUS.
Di sisi lain, Pemprov DKI mengklaim penataan lingkungan sehat juga menunjukkan hasil. Jumlah RW kumuh di Jakarta disebut turun dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026 atau berkurang lebih dari 52 persen. Penataan kawasan itu disebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Jakarta.