JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan TNI AL akan mendatangkan kapal selam penyelamat atausubmersed rescue vehicle(SRV) untuk dipasangkan di KRI Canopus-936.
"SRV, kapalitu dibangun di Inggris dan mungkin 2027 akan hadir. Kapal selam itu nanti akanon boarddi kapal ini (KRI Canopus-936)," kata Laksamana Ali saat ditemui di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Senin, 11 Mei dilansir ANTARA.
Ali menjelaskan kapal selam itu berfungsi mempermudah KRI Canopus-936 dalam menjalankan misi evakuasi kapal selam dan pesawat yang jatuh di laut.
Kapal selam tersebut akan dilengkapi dengan teknologi sensor pemantau bawah laut, sepertiAutonomous Underwater Vehicle(AUV),Remotely Operated Vehicle(ROV),Autonomous Surface Vehicle(AUV), sertaUnmanned Aerial Vehicle(UAV) ataudronebawah air.
Nantinya, dalam menjalankan misi pencarian dan penyelamatan (SAR), KRI Canopus akan melakukan pemancaran sonar untuk mendeteksi objek bawah laut yang akan dievakuasi.
Setelah lokasi objek diketahui, KRI Canopus akan menurunkan SRV dan beberapa awak kapal di dalamnya untuk menuju lokasi objek di dalam laut.
Ali berharap dengan adanya SRV, TNI AL akan semakin maksimal dalam menjalankan misi pemantauan bawah air dan misi penyelamatan.
Berdasarkan siaran resmi Kementerian Pertahanan, SRV yang akan dimiliki Indonesia merupakan kapal selam penyelamat modern buatan SMP Inggris, yang mengusung konsepOne Out, All Out.
Dengan konsep ini, SRV-F Mk.3 dirancang untuk mampu menyelamatkan seluruh kru kapal selam dalam satu kali perjalanan. Halini dimungkinkan karena kapasitas SRV-F Mk.3 mencakup50 orang penumpang dan tigakru untuk mengoperasikannya yang terbaik di kelasnya.
SRV-F Mk.3 juga mempunyai desainhybrid,memungkinkannya untuk dibawa dengan menggunakanmothershipmaupun dengan pesawat terbang, dan transportasi darat, memberikan keunggulan besar dari sistem lainnya.
Kontrak pengadaan SRV-F Mk.3