JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim gerakan pemilahan sampah di Jakarta bakal dijalankan serius setelah pencanangan resmi pada 10 Mei. Menurut Pramono, instruksi gubernur (Ingub) terkait pemilahan sampah sudah diteken dan saat ini proses sosialisasi dilakukan hingga tingkat wilayah.
"Sekarang ini Ingubnya kan sudah saya tanda tangani dan sudah disosialisasikan. Semua Walikota termasuk Bupati Pulau Seribu juga terlibat di dalam sosialisasi di wilayahnya masing-masing,”" kata Pramono di Jakarta Timur, Jumat, 8 Mei.
Pemprov DKI menargetkan gerakan pemilahan sampah dilakukan secara luas hingga lingkungan RT dan RW. Program ini menjadi salah satu fokus baru pemerintah daerah untuk menekan persoalan sampah rumah tangga yang selama ini membebani tempat pengolahan dan pembuangan akhir sampah di Jakarta.
Pramono mengungkapkan, sebelum diterapkan secara masif, sistem pemilahan sampah sebenarnya sudah diuji coba pada Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, selama sekitar tiga bulan terakhir.
"Sehingga dengan demikian besok tanggal 10 itu adalah pencanangan gerakan. Dan saya gerakan ini nggak mau setengah-setengah," ucap dia.
BACA JUGA:
Pramono mengungkap pelaksanaan Instruksi Gubernur terkait pemilahan sampah juga dilkakukan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di kawasan tersebut. Dalam waktu dekat, Pemprov DKI bersama Danantara akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa)
"Saya sudah menyetujui untuk di sana segera dibangun untuk PLTSa, pembangkit listrik tenaga sampah," ucapnya.
Pramono menyinggung besarnya beban sampah di Jakarta yang sudah menumpuk dalam waktu lama. Ia menyebut cadangan sampah di Bantargebang mencapai 55 juta ton dan perlu segera diatasi.
Menurut dia, pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi metana sekaligus menekan beban tempat pembuangan akhir.
Karena itu, Pemprov DKI menargetkan pembangunan tiga fasilitas PLTSa di Jakarta. Sementara itu, fasilitas RDF di Rorotan diminta terus ditingkatkan kapasitasnya dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan bagi warga sekitar.
"Saya minta untuk pelan-pelan ditingkatkan tetapi diperbaiki infrastrukturnya supaya tidak memberikan dampak bau maupun pernapasan bagi warga yang ada," imbuhnya.