GARUT - Jalur selatan wilayah Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali normal dilintasi kendaraan bermotor dari kedua arah yang sebelumnya dilakukan penutupan dampak bencana tanah longsor menimbun jalur itu.
"Sudah kembali normal," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Antara, Minggu, 26 April.
Ia menuturkan, bencana tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Garut itu telah menutup badan Jalan Raya Bungbulang-Caringin sebagai jalur selatan Garut sejak Rabu malam lalu.
Sejak kejadian itu, kata dia, jalur selatan tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor dari kedua arah, sehingga kepolisian melakukan penutupan jalur kemudian mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif.
Ia menyampaikan, sejumlah personel kepolisian maupun dari instansi lainnya menurunkan kendaraan alat berat untuk memudahkan proses evakuasi menyingkirkan material longsoran tanah.
"Jalur tersebut sempat dibuka tutup, kemudian saat ini dipastikan sudah normal, lancar dari kedua arah," katanya.
Ia mengatakan, jalur tersebut merupakan daerah rawan kejadian bencana tanah longsor, terutama saat musim penghujan sehingga pengendara harus selalu waspada dan hati-hati saat melintas daerah itu.
Meski saat ini jalur sudah bisa dilintasi kendaraan, kata dia, pengendara tetap harus waspada saat melewati jalur tersebut karena khawatir ada longsor susulan di lokasi yang sama.
"Tetap waspada saat melewati jalur rawan longsor," katanya.
Kepala Polsek Bungbulang AKP Priyo Sumbodo mengatakan, proses evakuasi material longsoran tanah melibatkan petugas dari Dinas PUPR Provinsi Jabar yang menurunkan alat berat.
Petugas tersebut, kata dia, terlebih dahulu membenahi tanah tebing agar tidak terjadi longsoran susulan, selanjutnya mengevakuasi seluruh tumpukan material longsoran tanah yang menutup badan jalan.
BACA JUGA:
"Tebing dipapas dulu, kalau tidak dipapas bakal longsor lagi, setelah itu baru dibersihkan di longsoran bawahnya," kata Priyo.