BOGOR — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menerima delapan mahasiswa internasional asal Burkina Faso melalui program beasiswa pada 2026. Kehadiran mereka menandai penguatan langkah internasionalisasi kampus dalam momentum Milad ke-65.
Sebanyak enam mahasiswa menempuh program sarjana (S1) dan dua lainnya program magister (S2). Mereka memperoleh beasiswa melalui sejumlah skema, seperti Beasiswa Unggulan Talenta UIKA, Beasiswa Tahfidz, dan Beasiswa Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Rektor UIKA Bogor, Mujahidin, mengatakan penerimaan mahasiswa asing merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi kampus di tingkat global.
“Pemberian beasiswa kepada mahasiswa internasional ini merupakan bentuk komitmen UIKA dalam memperkuat internasionalisasi. Kami ingin menjadikan UIKA sebagai kampus yang terbuka bagi dunia,” kata Mujahidin dalam keteranganya, Kamis 23 April.
Menurutnya, UIKA terus memperluas jaringan internasional. Selain mahasiswa dari Afrika, kampus tersebut juga telah menerima mahasiswa dari Malaysia, Singapura, dan Thailand. Ke depan, UIKA menargetkan kedatangan mahasiswa dari Jepang, Rusia, dan negara lainnya.
BACA JUGA:
Kehadiran mahasiswa lintas negara dinilai akan memperkaya atmosfer akademik menjadi lebih dinamis dan multikultural, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
Langkah ini juga memperkuat posisi UIKA sebagai salah satu destinasi pendidikan tinggi di Bogor yang mulai menarik minat mahasiswa internasional, sekaligus menjadi bagian dari strategi peningkatan reputasi kampus di tingkat global.