Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kota di Asia pada 22–28 April 2026. Agenda ini diarahkan untuk memperluas kemitraan internasional sekaligus mendorong percepatan transformasi Jakarta sebagai kota global.

Kunjungan tersebut mencakup Shenzhen, China, Seoul, Korea Selatan, serta Tokyo dan Kyoto,i Jepang. Sejumlah pertemuan bilateral, forum internasional, hingga penjajakan kerja sama lintas sektor menjadi fokus dalam lawatan ini.

"Jakarta adalah laboratorium hidup transformasi perkotaan di Asia Tenggara. Tantangan iklim, banjir, kemacetan, hingga polusi udara yang kami hadapi bukan penghalang, melainkan pendorong inovasi," kata Pramono dalam keterangannya, Rabu, 22 April.

Di Shenzhen, Pramono dijadwalkan bertemu dengan pemerintah kota setempat dan pihak Shenzhen Metro. Salah satu agenda utamanya adalah penandatanganan nota kesepahaman antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro sebagai bagian dari penguatan kerja sama transportasi publik.

Selain itu, ia juga menghadiri JIEP Business Matching Forum 2026 dan berdiskusi dengan pelaku industri kecerdasan buatan dalam forum bersama Shenzhen Qianhai AI Industry Association. Kunjungan ke Qianhai Exhibition Hall dan pertemuan dengan otoritas setempat dimanfaatkan untuk membuka peluang investasi di Jakarta.

Agenda berlanjut di Seoul dengan fokus pada sektor kesehatan dan kerja sama antarwilayah. Pemprov DKI menjajaki kolaborasi dengan Jeju melalui penandatanganan nota kesepahaman, serta melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan seperti Seoul Boramae Medical Center dan Healing Breeze Clinic.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya pembenahan layanan kesehatan di Jakarta, termasuk pengembangan rumah sakit milik daerah.

Sementara di Jepang, Pramono dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Tokyo untuk membahas penguatan kerja sama antar kota. Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain inovasi hijau, diplomasi generasi muda, serta solusi atas tantangan perkotaan.

Ia juga akan tampil dalam G-NETS Leaders Summit 2026, forum yang mempertemukan para pemimpin kota dunia untuk membahas isu keberlanjutan dan ketahanan iklim. Selain itu, Pramono dijadwalkan menjadi pembicara dalam kuliah umum di Kyoto University serta bertemu dengan Asian Development Bank (ADB).

"Dengan kolaborasi lintas kota dan dukungan mitra internasional, Jakarta siap bertumbuh menjadi kota kelas dunia yang layak huni dan berkelanjutan bagi semua warganya," urai Pramono.