JAKARTA - Departemen Luar Negeri AS pada Selasa membantu warga negaranya keluar dari Timur Tengah untuk kembali ke tanah air dengan menyebutnya sebagai “tindakan bersejarah.”
“Departemen memfasilitasi penerbangancharterdan akan terus mengupayakan penambahan kapasitas selama kondisi keamanan memungkinkan. Di negara yang masih memiliki penerbangan komersial, Departemen secara aktif membantu warga AS memesan tiket,” demikian pernyataan tersebut dilansir ANTARA dari Anadolu, Selasa, 21 April.
Bagi warga AS yang berada di negara-negara yang tidak memiliki penerbangan komersial, departemen membantu mengatur perjalanan ke negara lain bila memungkinkan, termasuk memperluas opsi transportasi darat bagi warga AS yang ingin meninggalkan Israel.
“Departemen menjawab panggilan warga AS di Timur Tengah dan terus menyediakan opsi perjalanan bagi yang ingin pergi. Departemen juga akan membebaskan kewajiban hukum yang mengharuskan warga negara Amerika untuk melakukan penggantian biaya perjalanan kepada pemerintah,” sambungnya.
BACA JUGA:
Ketegangan kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Teheran menyerang Israel dan negara lain di kawasan yang menampung aset AS.
Pakistan menjadi tuan rumah putaran pertama perundingan damai pada 11 April setelah menengahi gencatan senjata dua pekan pada 8 April. Kesepakatan ini dijadwalkan berakhir pada Rabu.
Adapun putaran kedua perundingan diperkirakan akan berlangsung pada pekan ini, yang juga bertempat di Islamabad.