BOGOR — IPB University menegaskan komitmennya memperkuat penanganan dan pencegahan kasus pelecehan seksual melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa, guna menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, dalam dialog terbuka bersama mahasiswa yang digelar di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Jumat 17 April.
“Kami tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan seksual. IPB berkomitmen memastikan setiap proses penanganan berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada korban,” ujar Alim dalam keteranganya, Senin 21 April.
Ia menegaskan, penanganan kasus tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis sebagai bagian dari upaya penyelesaian yang komprehensif dan berkeadilan.
Dialog tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan menjadi bagian dari rangkaian komunikasi yang sebelumnya telah dilakukan antara pihak kampus dan perwakilan mahasiswa. Forum ini bertujuan membuka ruang partisipasi sekaligus memperkuat transparansi dalam proses penanganan kasus.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, menyebut pelibatan mahasiswa menjadi elemen penting dalam menjaga akuntabilitas institusi.
“Keterlibatan mahasiswa dilakukan melalui koordinasi dengan organisasi dan perwakilan mahasiswa agar proses berjalan terbuka, adil, serta menjaga kepercayaan publik,” katanya.
Ia menambahkan, kampus memastikan setiap laporan ditangani secara profesional dengan menjunjung prinsip kerahasiaan, perlindungan korban, serta keadilan bagi semua pihak. Penguatan unit dan mekanisme penanganan juga terus dilakukan untuk menjamin respons yang cepat dan sensitif terhadap korban.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB University, Muhammad Abdan Rofi, mengapresiasi keterbukaan pihak kampus dalam memfasilitasi dialog langsung dengan pimpinan.
“Poin-poin yang kami sampaikan, mulai dari regulasi hingga prosedur teknis, telah dibahas dan disepakati bersama. Ini menjadi langkah penting untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Abdan menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan institusi dalam menciptakan ruang kampus yang aman.
“Kami ingin menjadi bagian dari co-creator dalam membangun lingkungan yang aman dan inklusif, serta mengawal implementasi kebijakan yang telah disepakati,” katanya.
IPB University berharap pendekatan partisipatif ini dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan kampus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika.