JAKARTA - Negara-negara Eropa sedang menyusun rencana cadangan untuk bertahan jika Amerika Serikat menarik diri dari keanggotaanNATO, demikian laporan The Wall Street Journalyangmengutip beberapa sumber.
Rencana yang dirancang untuk memastikan kemampuan Eropa dalammempertahankan diri secara independen dalam menggunakan struktur militer yang sudah ada diNATOtersebut dilaporkan semakin mendapatkan momentum setelah mendapat dukungan dari Jerman, lawan lamanya.
Dilansir ANTARA dari Sputnik/RIA Novosti, Rabu, 15 April, rencana itubukan dimaksudkan untuk menyaingi Aliansi Atlantik Utara, tetapi untuk memastikan pertahanan Eropa jika Amerika Serikat menarik pasukannya atau menolak untuk memberikan bantuan.
Menurut sumber laporan tersebut, idealnya, AS akan tetap berada di NATO, tetapi sebagian besar tanggung jawab pertahanan kawasan akan dialihkan ke negara-negara Eropa.
Menurut The Wall Street Journal, rencana itu sudah dimulai sejak tahun 2025 dan makin dipercepat ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil alihGreenland.
Kebutuhan akan inisiatif itu dinilai menjadi lebih mendesak setelah Eropa menolak untuk membantu ASdalam operasi melawan Iran.
Sebelumnya, Jerman mendukung peran AS sebagai penjamin utama keamanan Eropa. Namun, Kanselir Jerman Friedrich Merz kini meragukan kemampuanAS sebagai sekutu di bawah pemerintahan Trump maupun di masa depan.
Perubahan sikap Berlinitumendorong dukungan yang lebih kuat dari negara-negara Eropa lainnya, termasuk Inggris, Prancis, Polandia, negara-negara Nordik, serta Kanada. Negara-negara tersebut menilairencana itu semacam "koalisi sukarela" diNATO.
BACA JUGA:
Para pendukung rencana itu juga menilai perlu adanya wajib militer serta percepatan produksi pertahanan Eropa di sektor-sektor yang masih tertinggal dari AS, seperti perang anti-kapal selam, kemampuan ruang angkasa dan intelijen, pengisian bahan bakar di udara, serta mobilitas udara.
Pada 1 April lalu, Trumpmengaku sedang mempertimbangkan secara serius untuk menarik Amerika Serikat dari NATO setelah sekutunya menolak bergabung ikut perang melawan Iran.
Trump juga menyebut tidak lagi memandang Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan setelah negara-negara Eropa menolakmengirim kapal perang ke Selat Hormuz.