Bagikan:

JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan Presiden Prabowo Subianto membawa pulang berbagai kesepakatan kemitraan strategis dari kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis.

"Tiba di tanah air, Presiden Prabowo membawa pulang oleh-oleh berbagai kesepakatan strategis," ujarTeddy dilansir ANTARA, Rabu, 15 April.

Di Moskow, kata Teddy, Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara menegaskan peningkatan kerja sama terkait pasokan energi nasional jangka panjang, termasuk cadangan minyak mentah dan LPG.

Presiden Prabowo juga menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menemui utusan khusus Presiden Putin dan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev guna pembahasan lanjutan secara lebih detail kerja sama tersebut di Moskow.

Sementara itu di Paris, Teddymenerangkan Presiden Prabowo bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas peningkatan kerja sama di bidang energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang.

Seskab menyatakan, kunjungan ke dua negara tersebut menghasilkan capaian konkret bagi Indonesia, mengingat keduanya merupakan negara besar dengan sumber daya melimpah serta memiliki peran penting di tingkat global.

"Kunjungan singkat dua hari ke dua negara super power, pemegang hak veto PBB dan penghasil sumber daya terbesar di dunia dengan hasil besar dan konkret untuk Indonesia Raya," ujar Teddy.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah tiba di tanah air melalui Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu siang, setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis.

Dalam pantauan daring, pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.00 WIB.

Di bawah tangga pesawat, Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah pejabat tinggi negara dan jajaran TNI-Polri, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.