JAKARTA - Sebuah super tanker minyak mentah memasuki perairan Iran meski ada ancaman blokade, tanpa menutupi identitasnya, lapor media Iran Hari Rabu.
Kapal tanker raksasa Iran yang mengangkut minyak mentah memasuki perairan Iran setelah melintasi Selat Hormuz meskipun ada ancaman blokade Amerika Serikat.
Menurut Kantor Berita Fars Iran, supertanker tersebut, yang dikatakan mampu membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, berlayar melalui perairan internasional dan Selat Hormuz dengan sistem pelacakannya diaktifkan dan "tanpa penyembunyian apa pun," seperti dikutip dari Anadolu (15/4).
Tidak ada komentar langsung dari otoritas Amerika Serikat mengenai laporan tersebut.
Sebelumnya, komandan Komando Pusat AS (US CENTCOM) pada Hari Selasa mengatakan pasukan AS telah "menghentikan sepenuhnya" perdagangan maritim ke dan dari Iran.
Pernyataannya muncul setelah CENTCOM memulai blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada Hari Senin.
Komando tersebut, yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah, mengatakan blokade tersebut "diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara" yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran di Teluk dan Teluk Oman.
Blokade tersebut terjadi setelah pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara AS dan Iran di Pakistan selama akhir pekan yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
BACA JUGA:
Perundingan yang digelar menyusul gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pekan lalu tersebut, mengalami kebuntuan dan gagal menghasilkan kesepakatan.
Selat Hormuz dan program nuklir Tehran dilaporkan termasuk dalam agenda pembahasan Iran-AS dalam perundingan di Islamabad tersebut.