Bagikan:

JAKARTA - Sedikitnya dua kapal perang yang berlayar dari Pelabuhan Iran melintasi Selat Hormuz pada Hari Senin meski ada blokade Amerika Serikat, menurut data pelacakan maritim pada Hari Selasa.

Mereka termasuk di antara setidaknya empat kapal yang terkait dengan Iran yang menggunakan rute tersebut setelah blokade Washington mulai berlaku pada pukul 14.00 GMT pada Hari Senin, menurut penyedia data maritim Kpler, mengutip Al Arabiya dari AFP (15/4).

Kapal pengangkut curah berbendera Liberia, Christianna, melintasi selat setelah membongkar 74.000 ton jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini di Iran, melewati Pulau Larak di Iran di selat sekitar pukul 16.00 GMT pada hari Senin, menurut data Kpler.

Kapal kedua, kapal tanker berbendera Komoro, Elpis, berada di dekat Pulau Larak sekitar pukul 11.00 GMT dan meninggalkan selat sekitar pukul 16.00 GMT.

Kapal itu memuat 31.000 ton metanol, setelah meninggalkan pelabuhan Bushehr di Iran pada 31 Maret, menurut data Kpler.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengatakan blokade tersebut akan menargetkan "kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan daerah pesisir Iran."

Sebuah kapal tanker Tiongkok, Rich Starry, juga melintasi selat tersebut semalaman dari Senin hingga Selasa melalui rute pemeriksaan yang disetujui Iran di selatan Pulau Larak.

Kpler mengatakan kapal itu membawa 31.500 ton metanol dan menuju Sohar di Oman, menurut data dari transpondernya.

Sementara itu, kapal keempat, kapal tanker berbendera Madagaskar Murlikishan, melintasi selat ke arah barat menuju Teluk pada Selasa pagi melalui rute Pulau Larak.

Kapal itu kosong dan menuju pelabuhan Khor al Zubair di Irak, menurut sinyal transpondernya, kata Kpler.

Maskapai ini dikenai sanksi oleh AS karena perdagangan yang terkait dengan Iran, dan banyak perjalanan sebelumnya ke Teluk adalah ke Iran, mengambil bitumen dan aspal Iran untuk dikirim ke Asia.

Media, termasuk jurnal pelayaran terkemuka Lloyd’s List, menafsirkan perjalanan kapal Tiongkok tersebut sebagai "uji coba" blokade Presiden AS Donald Trump.

Analis maritim telah memperingatkan selama beberapa minggu terakhir konflik di sekitar selat tersebut, sinyal kapal di wilayah tersebut telah terganggu dan dimanipulasi, sehingga pelacakan yang tepat menjadi sulit.

Kapal Rich Starry terdaftar oleh Kantor Pengawasan Aset Asing Amerika Serikat sebagai kapal yang dikenai sanksi karena hubungannya dengan Iran.

Kapal Elpis juga dikenai sanksi AS karena hubungannya dengan Iran, tetapi Christianna tidak.

Diketahui, pasukan Iran secara efektif menutup selat tersebut setelah perang pecah dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

AS pada Hari Minggu mengumumkan blokade sendiri setelah pembicaraan damai dengan Iran di Islamabad sehari sebelumnya mengalami kebuntuan dan gagal mencapai kesepakatan.