MANOKWARI - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut operasional 18 dari 43 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Papua Barat masih di-suspend atau dihentikan sementara sambil menunggu perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Koordinator BGN Regional Papua Barat Erika Vionita Werinussa mengatakan, seluruh dapur SPPG wajib memenuhi standar IPAL dan prosedur operasional yang telah ditetapkan untuk menjamin kebersihan serta keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada dua dari 18 dapur yang di-suspend sedang dalam proses pencabutan karena sudah menyelesaikan IPAL. Satu dapur di Manokwari Selatan dan dua ada di Manokwari,” kata Erika di Manokwari, Antara, Minggu, 12 April.
Ia menjelaskan, penghentian sementara dilakukan sebagai bentuk komitmen BGN agar seluruh penyelenggaraan MBG berjalan sesuai standar sanitasi dan higiene pangan.
SPPG yang masih di-suspend tersebar di sejumlah daerah, yakni tujuh dapur di Kabupaten Manokwari, masing-masing tiga dapur di Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni, serta dua dapur di Kabupaten Manokwari Selatan.
“Kalau suspend berarti dapur tidak bisa beroperasi, sehingga insentif juga tidak dibayarkan. Kami terus berkoordinasi dengan mitra agar mempercepat perbaikan IPAL,” ujarnya.
Selain persoalan IPAL, penghentian operasional juga dipicu belum terpenuhinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada tiga dapur, yakni dua dapur di Teluk Bintuni dan satu dapur di Manokwari.
BGN telah memperpanjang batas waktu penyelesaian IPAL dan pemenuhan SLHS dari 31 Maret 2026 menjadi 30 April 2026, agar mitra pengelola dapur segera menuntaskan seluruh persyaratan administrasi maupun teknis.
Menurut Erika, dalam waktu dekat akan ada tambahan tiga dapur SPPG baru di Papua Barat, terdiri atas dua dapur yang masih dalam proses aktivasi virtual account dan satu dapur di Manokwari yang masih mencari tenaga ahli gizi.
Selain itu, pembangunan dapur SPPG untuk kategori wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) juga disiapkan di 10 titik di Kaimana dan satu titik di Teluk Bintuni, yang saat ini masih menunggu proses appraisal.
BACA JUGA:
“Dua dapur yang proses aktivasi virtual berada di Kaimana, kalau yang masih mencari ahli gizi itu di Manokwari. Bulan ini juga kami akan turun ke lokasi pembangunan dapur SPPG 3T,” kata Erika.