Iran Perketat Lintasan Selat Hormuz, Tiga WNI Masih Hilang di Tengah Konflik

10 April 2026, 09:33 | Tim Redaksi
Iran Perketat Lintasan Selat Hormuz, Tiga WNI Masih Hilang di Tengah Konflik
Setelah Israel menyerang lebanon, Iran memperketat Selat Hormuz Iran. (FOTO MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC via Wikimedia Commons) 

Bagikan:

JAKARTA - Iran mulai memperketat lalu lintas kapal asing di Selat Hormuz dengan meminta rincian muatan dan tujuan kapal Thailand yang hendak melintas. Di tengah negosiasi itu, konflik di kawasan juga masih menyisakan dampak, termasuk tiga warga negara Indonesia yang hingga kini masih dilaporkan hilang.

Anadolu Agency yang dikutip Jumat, 10 April melaporkan, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan Teheran meminta informasi detail mengenai muatan dan tujuan kapal-kapal Thailand guna memastikan pelayaran aman melalui Selat Hormuz. Permintaan itu muncul ketika Bangkok masih berunding dengan Iran agar kapal kargo dan kapal tanker minyak Thailand diizinkan melewati jalur laut strategis tersebut.

Menurut laporan Thai Enquirer yang dikutip Anadolu, Thailand sedang menyiapkan rincian data yang diminta Iran. Data itu akan dibahas lebih lanjut dengan Oman dalam kunjungan Sihasak pada Rabu hingga Kamis. Bangkok juga meminta dukungan Oman untuk membantu komunikasi dengan Teheran.

Perundingan itu ditujukan khusus bagi kapal-kapal yang membawa muatan langsung ke Thailand tanpa singgah di pelabuhan lain. Ini menunjukkan bahwa akses pelayaran di Selat Hormuz kini makin ketat, seiring kawasan itu masih dibayangi ketegangan.

Selain berupaya menjaga jalur logistiknya tetap aman, Thailand juga meninjau opsi membeli minyak dari Rusia. Otoritas setempat sedang menilai apakah minyak mentah Rusia cocok dengan kilang domestik Thailand, sekaligus menghitung skema pembayaran yang aman di tengah risiko sanksi internasional.

Pada Rabu, Amerika Serikat dan Iran sepakat menjalankan gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan yang dimediasi Pakistan itu menjadi langkah awal menuju perjanjian yang lebih luas untuk menghentikan konflik yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak 28 Februari.

Namun, dampak kemanusiaan konflik itu sudah meluas. Berdasarkan perhitungan Anadolu, sedikitnya 27 warga dari negara-negara Asia tewas atau masih hilang sejak konflik dimulai.

Korban tersebut mencakup sembilan warga India, termasuk satu orang yang masih hilang; empat warga Bangladesh; empat warga Pakistan; tiga warga Thailand; dua warga Filipina; masing-masing satu warga China dan Nepal; serta tiga warga Indonesia yang hingga kini belum diketahui nasibnya.