Bagikan:

JAKARTA - Cuaca buruk memukul Pulau Jeju, Korea Selatan, pada Kamis, 9 April. Sebanyak 246 penerbangan di Bandara Internasional Jeju dibatalkan, sementara lebih dari 3.000 penumpang tertahan. Angin kencang dan hujan lebat membuat lalu lintas udara dan laut sama-sama terganggu.

Menurut laporan Yonhap yang dikutip Kamis, 19 April, peringatan angin kencang berlaku di seluruh Jeju. Kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 28,9 meter per detik di Pulau Udo dan 27,2 meter per detik di Bandara Internasional Jeju.

Hingga pukul 19.00 waktu setempat, total 246 penerbangan dibatalkan, termasuk 12 rute internasional. Selain itu, 83 penerbangan lain mengalami penundaan. Artinya, Jeju bukan cuma dilanda cuaca buruk, tetapi juga lumpuh di salah satu jalur keluar-masuk utamanya.

Gangguan tak berhenti di bandara. Akibat peringatan gelombang tinggi, seluruh kapal feri penumpang antara Jeju dan pulau-pulau di sekitarnya juga dihentikan sementara. Saat udara macet dan laut ditutup, ribuan orang praktis tak punya banyak pilihan.

Pemerintah setempat juga melaporkan kerusakan fasilitas dan sejumlah insiden warga yang sempat terisolasi di beberapa wilayah. Menyikapi situasi itu, Pemerintah Provinsi Jeju mengaktifkan sistem tanggap darurat Level 1 sejak awal hari.

Bandara Internasional Jeju ikut mengeluarkan peringatan tingkat “waspada” untuk membantu penumpang yang telantar mendapatkan akomodasi, sekaligus menjalankan langkah-langkah keselamatan lain. Dalam laporan Yonhap, otoritas cuaca juga memperingatkan hujan lebat dengan intensitas 20 hingga 30 milimeter per jam masih bisa berlanjut sampai Jumat dini hari.

Warga dan pelaku perjalanan diminta mewaspadai keselamatan fasilitas serta potensi kecelakaan. Di Jeju, cuaca kali ini jelas bukan sekadar gerimis yang bikin penerbangan molor. Ia memutus pergerakan ribuan orang dalam satu hari.