YOGYAKARTA – Tiga prajurit TNI terkena serangan saat bertugas di Lebanon. Tugas TNI di Lebanon sendiri adalah menjalankan misi menjaga penjaga perdamaian PBB. Dalam misi tersebut TNI tergabung pada pasukan United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL). Artikel ini akan membahas tugas prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon.
Mengenal Tugas TNI di Lebanon
Indonesia menugaskan beberapa prajurit TNI di Lebanon sebagai bukti peran aktif menjaga perdamaian PBB. Di Lebanon TNI bergabung dengan prajurit lain yang kemudian tergabung dalam pasukan PBB sementara yakni UNIFIL.
Dalam naskah jurnal ilmiah Peran Pasukan Perdamaian Indonesia dalam Misi Keamanan di Lebanon 2006-2012 yang ditulis oleh Hamdy Maulana, keterlibatan Indonesia dilatarbelakangi oleh tiga faktor. Ketiga faktor tersebut adalah agama, histori, dan idealisme yang termuat dalam UUD 1945. Di luar dari itu, Indonesia memang cukup dekat dengan Lebanon.
Sebagai salah satu negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia, Indonesia dan Lebanon memang memiliki kedekatan kultur agama Islam. Selain itu Lebanon juga jadi salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Adanya kedekatan secara agama dan historis inilah yang menyebabkan masyarakat Indonesia merasa perlu membantu Lebanon dan negara-negara Arab yang lain dalam menyelesaikan berbagai konflik baik internal maupun eksternal.
BACA JUGA:
Misi UNIFIL sendiri dibentuk pada 19 Maret 1978 di bawah Resolusi Dewan Keamanan 425 dan 426, tepatnya setelah Israel melakukan invasinya ke Lebanon. UNIFIL dibutuhkan untuk membantu mengawal dan memastikan bahwa pasukan Israel ditarik meskipun penarikan baru benar-benar dilakukan di tahun 2000.
Perlu dikeahui bahwa pasukan perdamaian Indonesia bergabung dengan UNIFIL pertama kali di tahun 2006. Sejak saat itu Indonesia sering mengirim prajuritnya ke Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian PBB tersebut.
Itulah informasi terkait tugas TNI di Lebanon. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.