Bagikan:

Boyolali - Kehidupan petani di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Selo, Boyolali perlahan mulai berubah. Semenjak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghasilan para petani melonjak.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Yusron Soleh (30), petani muda asal Dusun Pasah, Desa Senden. Yusron yang sudah akrab dengan dunia pertanian sejak kecil lantaran mengikuti jejak keluarganya, setiap hari mengelola lahan yang ditanami berbagai jenis sayuran.

Tomat menjadi komoditas utama, namun ia juga menanam brokoli, selada, sawi sendok, hingga pakcoy. Hasil panennya biasa ia jual ke Pasar Cepogo, pasar tradisional yang menjadi tumpuan banyak petani di wilayah tersebut.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Yusron merasakan perubahan signifikan. Program MBG yang digagas oleh Prabowo Subianto disebutnya membawa dampak langsung terhadap peningkatan penjualan hasil pertanian. Pernyataannya dikutip VOI pada Sabtu, 4 April.

Menurutnya, permintaan sayuran meningkat, terutama untuk kebutuhan dapur SPPG. Ia kini lebih sering memasok pakcoy dan selada, yang permintaannya terus naik. Kondisi ini berdampak pada harga jual yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Peningkatan tersebut bukan hanya dirasakan pada volume penjualan, tetapi juga pada stabilitas pendapatan. Yusron mengaku, hasil yang ia dapatkan kini lebih mampu memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

Sebagai ayah dari satu anak, Yusron melihat perubahan ini sebagai harapan baru bagi masa depan keluarganya. Ia pun berharap program MBG tidak berhenti di tengah jalan. Dari ladang sederhana di Selo, harapan itu kini mulai tumbuh bersama setiap panen yang semakin menjanjikan.