Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Iran pada Hari Senin mengonfirmasi, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Komodor Alireza Tangsiri tewas akibat terluka parah.

Pernyataan Iran disampaikan beberapa hari setelah Israel mengatakan telah menargetkannya dalam serang udara

Konfirmasi tersebut datang dalam pernyataan yang disiarkan oleh media Pemerintah Iran, yang mengatakan Tangsiri meninggal karena parahnya luka-lukanya.

Pernyataan dari Korps Garda Revolusi Iran, yang dibacakan di televisi pemerintah dan dilaporkan oleh IRNA dan Sepah News, mengatakan Tangsiri "bergabung dengan barisan Allah karena parahnya luka-lukanya," dikutip dari Turkiye Today (30/3).

Ditambahkan, Komodor Tangsiri "meninggal karena luka parah" yang diderita dalam serangan tersebut.

Pernyataan tersebut memuji peran Komodor Tangsiri, khususnya dalam upaya yang terkait dengan kendali Iran atas Selat Hormuz.

"Setiap pejuang adalah Tangsiri, dan kita akan melihat kejutan apa yang akan mereka bawa di hari-hari dan bulan-bulan mendatang," kata pernyataan itu.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Kamis pekan lalu mengklaim Komodor Tangsiri tewas tewas dalam serangan udara bersama dengan semua pejabat senior komando Angkatan Laut di Kota Bandar Abbas di selatan, menurut media lokal, mengatakan bahwa komandan Iran tersebut bertanggung jawab atas penutupan Selat Hormuz yang strategis, dikutip dari Anadolu.

Pada hari yang sama, Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) juga mengonfirmasi tewasnya Komodor Tangsiri.

Sejak dimulainya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Israel telah mengumumkan pembunuhan beberapa pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan kepala keamanan negara yang berpengaruh, Ali Larijani, dikutip dari Al Arabiya.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Israel telah melakukan beberapa serangan yang menargetkan aset angkatan laut Iran.

Serangan udara Israel menghantam beberapa kapal angkatan laut Iran di Laut Kaspia, termasuk kapal yang dilengkapi dengan sistem rudal, kapal pendukung, dan kapal patroli.