JAKARTA - Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyebutkan telah dilaksanakan penyerahan jabatan kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI yang diemban oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Penyerahan jabatan ini dilaksanakan Rabu 25 Maret.
Hal ini disampaikan Aulia saat ditanya terkait perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus.
Aulia belum memerinci soal sosok pengganti Yudi untuk mengisi posisi kabais selepas penyerahan jabatan. Dia hanya menyampaikan, penyerahan jabatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan kabais," kata Aulia dalam keteranganya.
Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto mengatakan, keempat tersangka telah diamankan untuk menjalani proses pendalaman hingga tahap penyidikan.
“Keempat tersangka saat ini sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” ujar Yusri di Jakarta, Rabu 18 Maret.
BACA JUGA:
Yusri mengungkapkan, keempat personel tersebut merupakan anggota TNI yang berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma Bais) TNI. Mereka masing-masing berinisial NDP, SL, BWH, dan ES.
“Keempatnya merupakan anggota Denma Bais TNI, bukan berasal dari satuan lain,” jelasnya.
Meski demikian, Yusri menyatakan pihaknya masih mendalami motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
“Kami masih mendalami motif dari keempat tersangka tersebut,” tambahnya.