JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pesan kepada para warga Jakarta yang melaksanakan mudik untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halaman masing-masing pada tahun ini.
Pramono meminta agar pemudik tidak sembarangan menjanjikan asa kepada para kerabat di kampung halaman untuk ikut mengadu nasib di Jakarta. Meskipun, Ia menegaskan Jakarta terbuka untuk didatangi bagi semua masyarakat.
Hal ini disampaikan Pramono saat melepas keberangkatan peserta mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta.
"Nanti kalau mau pulang kampung, atau pulang ke Jakarta, Jakarta terbuka bagi siapa saja. Tetapi jangan menjanjikan sesuatu yang ngiming-ngimingi atau mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak semua orang bisa bertarung di Jakarta," kata Pramono di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakart Pusat, Selasa, 17 Maret.
Pramono menekankan para pendatang mesti bekerja keras untuk bisa hidup layak di Jakarta. Namun demikian, Pramono mengaku Pemprov DKI tak akan menjalankan operasi yustisi bagi para pendatang yang masuk Jakarta selepas Lebaran pada tahun ini.
"Jakarta tidak akan ada operasi yustisia. Jakarta terbuka bagi siapa saja untuk datang. Karena saya lihat hampir semua yang duduk di depan ini semuanya dulu mengadu nasib ke Jakarta. Termasuk Gubernur, Wakil Gubernurnya," ucapnya.
Sementara kepada para peserta mudik gratis yang berangkat hari ini, Pramono berpesan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban selama di perjalanan sampai ke daerah tujuan.
"Karena setiap bus itu ada pendampingnya, mengikuti apa yang menjadi arahan pendampingnya. Jangan kemudian melanggar aturan dan sebagainya. Itu yang paling utama," jelas Pramono.
Jumlah peserta tahun ini tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pramono menyebut Pemprov DKI menambah kapasitas layanan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat mengikuti program tersebut.
BACA JUGA:
"Pada hari ini, Pemerintah DKI Jakarta mengadakan program Mudik Lebaran tahun 2026 yang jumlahnya kurang lebih 34.000 pemudik, mengalami kenaikan 34 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah bus yang diberangkatkan hari ini 744 bus," jelas Pramono.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, program mudik gratis diselenggarakan dengan tujuan untukn mengurangi kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik, serta menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran tahun 2026.
Adapun pengangkutan sepeda motor telah dilakukan lebih dulu pada 16 Maret 2026 dari Terminal Pulo Gadung menuju lima kota di Pulau Jawa, yakni Semarang, Kebumen, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Sidoarjo.
Pemberangkatan penumpang dilakukan ke 20 kota tujuan yang tersebar di enam provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Program ini juga mencakup arus balik gratis yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026.
"Selanjutnya untuk balik gratis akan dilaksanakan pada Rabu 25 Maret untuk pemberangkatan truk dari 5 kota menuju terminal Pulo Gadung. Pada Kamis, 26 Maret 2026, pemberangkatan peserta mudik balik gratis menuju terminal Pulo Gebang dari 20 kota di Indonesia," tutur Pramono.
Secara keseluruhan, Pemprov DKI menyiapkan 744 unit bus, terdiri dari 660 bus yang bersumber dari APBD dan 83 bus dukungan CSR, BUMD, serta swasta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 400 bus dialokasikan untuk arus mudik dengan kapasitas 18.813 penumpang, sedangkan 344 bus untuk arus balik dengan kapasitas 16.199 penumpang.
"Sehingga total jumlah penumpang yang diangkut pada program mudik dan balik gratis tahun ini sebanyak 35.012 penumpang," tutupnya.