JAKARTA - Pemerintah Irak telah mengerahkan pasukan keamanan tambahan ke kawasan perbatan dengan Iran pada Selasa 10 Maret waktu setempat.
Pantauan media Al Jazeera di perbatasan kedua negara, penambahan tentara Irak sedang berlangsung mengingat potensi ketegangan dari konlik AS-Israel lawan Iran meningkat ke Irak utara.
Perbatasan Irak dengan Iran memiliki demografi pegunungan yang telah lama digunakan kelompok Kurdi Iran untuk berpindah-pindah domisili antara kedua negara.
Menurut media tersebut, Irak mempertebal keamanannya di perbatasan tersebut memberi sinyal kepada Iran bahwa negara itu serius menanggapi potensi kelompok oposisi Teheran melancarkan operasi ke Iran.
Upaya tersebut juga menunjukkan kepada Iran bahwa Irak serius tentang perjanjian keamanan 2023. Berdasarkan perjanjian itu, Baghdad mengatakan akan menindak kelompok oposisi Kurdi Iran di Irak utara.
Selain itu, pengerahan pasukan ini memberi sinyal kepada kelompok-kelompok oposisi bersenjata Kurdi Iran bahwa pasukan tambahan akan mempersulit mereka untuk bergerak ke Iran.
Ketegangan di wilayah Kurdi Irak utara meningkat selama beberapa hari terakhir. Namun saat ini, baik Iran maupun pihak berwenang di Irak bertekad untuk tidak menjadikan perbatasan sebagai garis depan baru dalam konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.