JAKARTA — Di panggung Jazz Ngabuburit with The Composer 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon tidak sekadar menonton konser mini. Ia menegaskan para musisi legendaris harus terus diberi ruang agar tetap sehat dan produktif, karena karya mereka sudah menjadi bagian dari ingatan kolektif musik Indonesia.
Fadli hadir di Grand Manhattan Club Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (28/2), dalam acara yang mempertemukan publik dengan musisi senior dan generasi muda sambil menunggu waktu berbuka puasa. Salah satu penampil malam itu adalah Fariz RM.
“Saya baru saja menyaksikan Jazz Ngabuburit with The Composer 2026 dengan salah satu penampilnya adalah Mas Fariz RM. Mudah-mudahan para musisi legendaris ini bisa terus berkarya, sehat, dan selalu memberikan inspirasi, terutama di dunia musik. Karena karya-karyanya sudah menjadi legenda,” ujar Fadli.
BACA JUGA:
Ia menilai dedikasi dan konsistensi musisi senior perlu terus diapresiasi, sekaligus dijadikan rujukan bagi generasi muda. Menurut Fadli, pengalaman panjang para komponis dan musisi legendaris adalah modal penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem musik nasional.
“Bisa kita lihat lagu-lagu yang diciptakan oleh para musisi legendaris ini menunjukkan betapa besar kontribusi mereka bagi dunia musik Indonesia. Kita membutuhkan pengalaman-pengalaman mereka, terutama bagi generasi muda. Ini penting untuk terus kita apresiasi sebagai bagian dari perjalanan panjang musik Indonesia,” kata dia.
Mengusung konsep The Composer, perhelatan ini menghadirkan kolaborasi para maestro dalam satu panggung sebagai penghormatan atas karya dan kontribusi insan musik nasional. Sejumlah musisi yang tampil antara lain Reika Roslan, Dea Mirella, dan Andre Hehanusa, bersama musisi lain.
Selain pertunjukan musik, panitia mengundang anak-anak yatim piatu untuk berbuka puasa bersama sebagai bagian dari agenda sosial Ramadan. Tenaga Ahli Menteri, Neno Warisman, turut hadir dalam kegiatan tersebut.