Bagikan:

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk mengawasi secara ketat semua lembaga kesejahteraan sosial (LKS) di daerahnya guna mencegah terjadinya penyimpangan dan pelanggaran.

"Ini juga menjadi imbauan kepada seluruh kepala daerah untuk benar-benar memberikan pengawasan yang baik, yang ketat, kepada seluruh lembaga kesejahteraan sosial," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu kepada wartawan usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat, disitat Antara.

Pengawasan yang dilakukan secara ketat itu, ujar Gus Ipul melanjutkan, juga bermanfaat untuk memastikan setiap lembaga kesejahteraan sosial, seperti panti sosial, beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Hal tersebut dia sampaikan merespons laporan dari Perhimpunan Jiwa Sehat mengenai dugaan kekerasan yang dialami oleh belasan hingga puluhan ribu penyandang disabilitas mental di panti sosial.

Sebelumnya dalam pertemuan di Kantor Kemensos itu, Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Yeni Rosa Damayanti menyampaikan berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap puluhan panti sosial, ditemukan dugaan bahwa para penyandang disabilitas mental diperlakukan seperti mereka bukan manusia.

"Sudah sejak lama orang dengan disabilitas mental ini dianggap sebagai bukan manusia," ujar dia.

Salah satu korban bernama Bejo yang hadir dalam pertemuan itu pun menyampaikan kesaksiannya saat menghuni salah satu panti sosial di Kebumen, Jawa Tengah.

Bejo mengatakan ia sempat menghuni panti sosial selama lima bulan dengan keadaan kaki dirantai dengan rantai sepanjang 1,5 meter. Bejo menyampaikan pula bahwa ia hanya mandi sebanyak satu kali dalam sebulan. Selain itu, ia juga mengaku tidak diperbolehkan untuk menunaikan salat.

Lalu terkait dengan makan, Bejo mengatakan ia kerap merasa kelaparan karena diberikan makan sebanyak dua kali dalam sehari.

"(Makan sebanyak) dua kali. Siang enggak makan, cuma pagi sama malam. Makanannya kalau pagi singkong sama nasi. Kalau malam, kadang kangkung," ujar dia.

Selain Bejo, ada pula pengakuan dari Hibat, penyintas penyandang disabilitas mental yang sempat menempati salah satu panti sosial di Serang, Banten. Hibat mengaku pernah menyantap nasi yang diolah dari beras yang hampir busuk.

Sejalan dengan kesaksian itu, Yeni berharap Kemensos di bawah kepemimpinan Gus Ipul dapat menuntaskan masalah kekerasan tersebut.