Bagikan:

JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Farah Savira mendukung langkah Pemprov DKI dalam menertibkan manusia gerobak yang kerap bermunculan selama bulan Ramadan di sejumlah titik Ibu Kota.

Menurut Farah, penertiban terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) itu bukan dimaksudkan untuk menghalangi masyarakat bersedekah. Ia menilai, langkah tersebut justru diperlukan agar ruang-ruang publik tidak semakin dipenuhi aktivitas mengemis.

"Kami mendukung penuh penertiban manusia gerobak ini, terutama saat Ramadan. Niat kita tentu ingin memperbanyak sedekah di bulan suci, tetapi penertiban ini penting agar kita tidak membiasakan atau mengundang lebih banyak warga untuk mengemis di ruang-ruang publik," kata Farah kepada wartawan, Jumat, 20 Februari.

Ia menilai, tanpa pengaturan yang jelas, fenomena manusia gerobak berpotensi menarik pendatang dari luar Jakarta untuk datang dan mengais belas kasihan di jalanan, terutama ketika intensitas sedekah meningkat di bulan puasa.

Meski demikian, Farah mengingatkan penanganan persoalan tersebut tak bisa berhenti pada razia atau penertiban semata. Ia menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan agar para PPKS memiliki alternatif penghidupan.

Untuk itu, Farah mendorong kerja sama intensif dengan Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta. Menurut dia, Dinsos memiliki panti sosial yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat penampungan sekaligus pembinaan.

"Pembinaan bisa dilakukan melalui kerja sama dengan Dinsos. Mereka memiliki panti yang dapat menjadi tempat pembinaan. Di sana juga bisa diberikan pelatihan agar para tunawisma memiliki keterampilan dan peluang untuk mencari penghasilan, tidak hanya sekadar meminta," urai dia.

Ia juga menekankan pendekatan yang dilakukan tetap harus mengedepankan sisi kemanusiaan, sehingga penertiban tidak sekadar memindahkan masalah dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi benar-benar memberi solusi jangka panjang bagi para PPKS.