Bagikan:

NAGAN RAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menyebutkan 195 kepala keluarga (KK) di kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, terisolasi akibat banjir setelah ruas jalan yang sebelumnya dibangun pemerintah daerah terendam luapan sungai dengan ketinggian air mencapai satu meter.

"Saat ini akses menuju ke permukiman masyarakat Sikundo masih belum bisa dilintasi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald kepada ANTARA di Aceh Barat, Jumat 20 Februari.

Ia mengatakan panjang ruas jalan yang terendam luapan air sungai tersebut, diprakirakan mencapai belasan meter, sehingga akses menuju ke kawasan permukiman masyarakat di wilayah terpencil belum bisa dilintasi.

Ronald menyebutkan bencana banjir yang merendam akses jalan tersebut terjadi setelah kawasan ini dilanda hujan lebat sejak beberapa hari belakangan ini, sehingga menyebabkan air sungai meluap.

BPBD Aceh Barat juga belum bisa memastikan apakah dalam bencana alam tersebut terdapat korban jiwa atau tidak.

Saat ini, BPBD Aceh Barat masih terus berupaya melakukan pemantauan di lokasi banjir, guna memastikan tidak ada kerusakan jalan di lokasi yang terendam banjir.

"Kami masih menanti surutnya air, sekaligus memastikan kondisi masyarakat di sana nantinya," kata Ronald.