JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Forum Orientasi Penerima Baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II Tahun 2025.
Sebanyak 100 mahasiswa penerima baru hadir langsung dari tujuh perguruan tinggi di Jakarta. Sekitar 500 mahasiswa lainnya dari berbagai kampus di luar DKI mengikuti kegiatan secara daring.
Di hadapan para penerima, Pramono menekankan agar kesempatan beasiswa dimanfaatkan secara maksimal. Ia mengingatkan, tidak semua orang memiliki peluang yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui dukungan pemerintah.
"Gunakan kesempatan ini untuk diri sendiri, keluarga, dan masa depan. Momentum seperti ini tidak datang berkali-kali. Saya percaya dan meyakini bahwa untuk memutus garis ketidakberuntungan dalam keluarga, pendidikan adalah kuncinya. Beasiswa seperti KJMU inilah yang bisa membantu mewujudkannya," tutur Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 19 Februari.
Pramono menjelaskan, KJMU tidak sekadar bantuan biaya pendidikan. Program ini juga mencakup pembinaan dan pendampingan, termasuk kegiatan pengembangan diri mahasiswa.
Karena itu, penerima KJMU diminta menjaga prestasi akademik dan menyelesaikan studi tepat waktu. Mahasiswa juga didorong aktif berorganisasi untuk membentuk karakter dan kepemimpinan.
"Maka, kami mengharapkan para penerima mampu menjaga prestasi akademik, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan etika. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan aktif dalam organisasi kemahasiswaan guna membentuk karakter dan kepemimpinan. Intinya, gunakan kesempatan untuk berorganisasi," jelasnya.
Pramono juga membuka peluang perluasan cakupan KJMU ke depan. Ia berharap program tersebut tak hanya menyasar jenjang S1, tetapi juga S2 dan S3 agar akses pendidikan tinggi bagi warga Jakarta semakin berkelanjutan.
"Semoga para penerima KJMU dapat tumbuh menjadi generasi muda yang berprestasi, membanggakan, serta berkontribusi dalam transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing. Bermimpilah setinggi-tingginya. Kita semua berhak bermimpi menjadi apa saja. Mimpi itulah yang akan menjadi pemicu untuk meraih prestasi terbaik," ungkap Pramono.
BACA JUGA:
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan KJMU Tahap II Tahun 2025 menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memastikan akses dan keberlanjutan pendidikan mahasiswa tetap terjaga.
Ia mendorong pembentukan Forum KJMU di setiap perguruan tinggi sebagai ruang komunikasi dan penguatan jejaring antar penerima.
"Melalui forum ini, Dinas Pendidikan memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sekaligus memperkuat pembinaan, pendampingan, dan komitmen akademik para penerima manfaat," kata Nahdiana.
Pada Tahap II Tahun 2025, KJMU diberikan kepada 16.920 mahasiswa yang tersebar di 97 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan 17 perguruan tinggi swasta di wilayah DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, 2.524 merupakan penerima baru dan 14.396 penerima lanjutan. Sebelumnya, pada Tahap I, bantuan serupa telah disalurkan kepada 16.979 mahasiswa.