Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Jepang akan melarang penggunaanpower bankatau pengisi daya portabel di pesawat mulai April.

Keputusan itu diambil setelah terjadi sejumlah insiden di mana baterai ponsel terbakar di penerbangan.

Larangan tidak hanya terbatas pada penggunaanpower bankuntuk mengisi daya ponsel pintar, tetapi juga akan diperluas ke pengisian daya melalui stopkontak di dalam pesawat.

Dilansir ANTARA dari Kyodo, Rabu, 18 Februari, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MILT) memutuskan memperketat aturan setelah pada Juli 2025 mengimbau penumpang untuk tidak menyimpanpower bankdi kompartemen atas dan menyimpannya dalam jangkauan selama penerbangan.

Menurut MLIT, baterai lithium-ion yang umum digunakan padapower bankbisa terbakar akibat benturan fisik atau degradasi bertahap.

Saat ini, baterai portabel dilarang dimasukkan ke bagasi tercatat, serta dibatasi jumlah dan kapasitasnya dalam bagasi kabin.

Kebakaran yang terjadi pada Januari 2025 di dalam pesawat maskapai berbiaya rendah yang dioperasikan Air Busan Co. diduga disebabkan olehpower bankyang rusak.