Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 1.900 personel gabungan dikerahkan untuk patroli rutin setiap malam selama bulan Ramadan di wilayah DKI Jakarta. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut, patroli ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat saat aktivitas malam hari selama bulan puasa.

"Setiap hari itu sebanyak 1.900 personel patroli rutin, tiap malam, di semua wilayah. Command center kami selalu laporan tuh, ada patroli-patroli pengamanan. Itu pasti rutin kita lakukan," kata Satriadi kepada wartawan, Senin, 16 Februari.

Satriadi menjelaskan, angka 1.900 itu bukan hanya berasal dari Satpol PP. Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI dan Polri dalam skema Tiga Pilar.

Jumlah dan komposisi personel gabungan setiap wilayah menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan, serta potensi kerawanan di masing-masing wilayah melalui koordinasi berjenjang hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Masing-masing wilayah melaksanakan koordinasi dengan Polsek-nya, dengan secara berjenjang semuanya dengan Koramil dan Babinsa dan Bhabinkamtibmasnya juga, camat-lurah semuanya juga melakukan patroli itu," tutur Satriadi.

Patroli malam selama Ramadan biasanya difokuskan pada titik-titik keramaian, seperti lokasi ngabuburit, pasar takjil, hingga area permukiman yang berpotensi terjadi gangguan ketertiban seperti sahur on the road (SOTR).

"Sahur on the road itu kan juga kita imbau kepada masyarakat agar tidak melaksanakan itu kan. Nah itu juga kita ini. Terus jangan sampai organisasi masyarakat melakukan sweeping-sweeping begitu," ujarnya.

Selama bulan Ramadan, Satpol PP DKI juga meningkatkan intensitas pengawasan dan penertiban pada tempat-tempat usaha yang menjual minuman keras (miras) secara ilegal di Jakarta.

"Kita sudah mulai, melakukan operasi dengan gabungan dengan TNI dan Polri. Nah, kemudian untuk pengamanan atau penertiban minuman-minuman keras, ya selama tidak ada izin ya akan kita, kita lakukan ke tempat yang tidak sesuai izinnya," ungkap Satriadi.