Bagikan:

JAKARTA - Tim peneliti Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan indikasi kuat adanya sungai bawah tanah sekitar 100 meter dari area sinkholedi Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

"Indikasi kuat kami bahwa adanyaoutletsaluran sungai bawah tanahsinkhole," kata ahli geologi teknik Badan Geologi, Kementerian ESDM Taufiq Wira Buana di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu, 11 Februari.

Temuan indikasi sungai bawah tanah tersebut berjarak sekitar 100 meter dari titik sinkhole Situjuah. Temuan atau indikasi sungai bawah tanah ini merupakan satu dari 11 indikasi gejalasinkholetipe Situjuah yang muncul pada 4 Januari 2026.

Badan Geologi tetap mengimbau masyarakat untuk bijak dalam memahami munculnya fenomena alam tersebut.

"Belasan tanda-tanda atau indikasi gejalasinkholetipe Situjuah tersebut tidak seluruhnya membahayakan keselamatan," ucapnya.

Dalam penelitian itu, tim Badan Geologi juga menemukan batuan berwarna krem atau disebuttuf lapiliyang merupakan material vulkanik. Penemuan ini sekaligus mengindikasikan terjadinya erosi internal (soil piping).

Taufiq mengatakan indikasi adanya sungai bawah tanah tersebut akan dipelajari lebih jauh oleh Badan Geologi, termasuk kemungkinan atau penyebab terbentuknya saluran aliran air itu.

Pada saat bersamaan peneliti juga mengambil beberapa sampel antara lain untuk mengukur kualitas air hingga pengecekan sampeltuf lapiliuntuk memastikan sifat keteknikannya.

"Hasil pengujian kualitas air ataupotential of hydrogenmenunjukkan cenderung agak asam atau berada di angka 5,6 atau masih di bawah angka netral," sebut dia.

Ia menambahkan penelitian mengenai indikasi sungai bawah tanah, kualitas air hingga temuantuf lapilidi sekitar aliran sungai bawah tanah untuk memastikan dugaan keterkaitan antara mata air yang diteliti dengansinkholeSitujuah.