JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima Duta Besar LBBP Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, di kantor Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Selasa, 10 Februari. Pertemuan itu membahas perluasan kerja sama budaya—dari pameran, museum, literasi dan arsip sejarah, hingga film serta seni pertunjukan—dengan target yang lebih “komprehensif dan berkelanjutan”.
Sebagai pijakan, Fadli menyinggung peresmian patung Leo Nikolayevich Tolstoy di Universitas Indonesia pada 3 Desember 2025. Ia lalu melempar rencana balasan: menampilkan patung Chairil Anwar di St. Petersburg University. Dubes Tolchenov—didampingi Gleb Darchenkov dan Ekaterina Kuznetsova—menyambutnya. “Itu merupakan ide yang sangat baik dan kami terbuka untuk mendiskusikan berbagai kemungkinan, termasuk opsi lokasi lainnya,” ujarnya.
Fadli juga mendorong penjajakan Nota Kesepahaman (MoU) kebudayaan sebagai payung kerja sama yang lebih luas, sekaligus menguatkan hubungan antarmasyarakat. Di sisi lain, ia menyoroti akses arsip sebagai pekerjaan rumah yang perlu dibuka lebih lebar. “Terdapat banyak pertukaran arsip antara Indonesia dan Rusia. Oleh karena itu, kami ingin menjajaki kemungkinan akses terhadap arsip-arsip tersebut,” kata Fadli. Tolchenov menyebut banyak arsip di Rusia sudah terdigitalisasi dan bisa diakses, seiring kerja sama Arsip Nasional Federasi Rusia dengan Arsip Nasional Republik Indonesia.
BACA JUGA:
Di sektor film, kedua pihak membahas peluang produksi bersama, partisipasi festival, dan penguatan jejaring industri kreatif. “Partisipasi dalam kegiatan dan festival film masing-masing negara merupakan cara yang efektif untuk mempertemukan pelaku industri perfilman,” ujar Fadli.
Tolchenov juga mengundang Fadli menghadiri Congress of the OIC Ministers of Culture di Kazan, yang disebut akan membahas isu dunia Muslim—mulai ekonomi halal, perbankan syariah, hingga fesyen—serta melibatkan pelaku industri kreatif, termasuk dari Indonesia.
Pertemuan juga membahas kerja sama pendidikan seni-budaya, termasuk peluang kolaborasi institusi seni pertunjukan Rusia dengan lembaga pendidikan seni di Indonesia. Fadli didampingi Dirjen Endah T.D. Retnoastuti, Staf Ahli Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri, dan Staf Khusus Annisa Rengganis.