JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons keras kasus penyiraman air keras yang dilakukan oleh pelajar di kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Ia menegaskan, tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak bisa ditoleransi, siapa pun pelakunya.
Pramono menilai kekerasan dengan air keras memiliki dampak jangka panjang bagi korban, baik secara fisik maupun psikologis. Karena itu, penanganan kasus semacam ini tidak boleh setengah-setengah dan harus memberi efek jera.
"Siapapun yang melakukan tindakan itu, itu sudah tindakan kekerasan, saya minta untuk diambil tindakan tegas. Enggak ada kompromi untuk itu," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari.
Sebelumnya, Kepolisian mengusut kasus pelajar menyiram air keras ke sesama pelajar di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 Februsri sekitar pukul 16.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, penyidik telah mengamankan serta menganalisis video yang viral terkait insiden tersebut.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengantongi identitas pelaku serta kendaraan yang digunakan pelaku saat melancarkan aksi kriminalnya.
"Kami juga sudah mengetahui identitas, tapi ini kemungkinan, dari pelaku, kendaraannya atau pelakunya sendiri," tutur Roby.
Polisi mengonfirmasi ke salah satu korban yang mengalami cedera pada bagian mata akibat siraman air keras tersebut. Karena itu polisi belum dapat mengambil keterangan dari korban.
Untuk korban ada luka dan cedera di bagian mata yang sempat ditangani di rumah sakit, tapi saat ini sudah kembali ke rumah. "Namun mengingat keadaan, korban masih belum siap diperiksa polisi," katanya.
Menyusul pelaku dan korban masih di bawah umur, kasus itu kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.
Dalam video viral, ketiga pelaku mengendarai satu sepeda motor usai menyiapkan air keras untuk menyiram korban. Sementara itu, korban bersama dua orang temannya juga melaju dari arah berlawanan menggunakan satu sepeda motor.
Saat sepeda motor korban mendekat, sepeda motor pelaku memotong jalur korban, lalu pelaku menyiram air keras ke arah korban.
Usai melancarkan aksinya, para pelaku kabur dari lokasi. Sepeda korban pun terus melaju menjauh dari lokasi. Dalam video, korban terlihat memegang matanya akibat kesakitan.