Bagikan:

AMBON - Tim SAR Gabungan mengevakuasi seorang perempuan bernama Tiara (20), warga Desa Nusantara, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, yang mengalami cedera kaki saat berada di puncak Gunung Api Banda.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muhamad Arafah mengatakan, peristiwa tersebut merupakan kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa karena korban mengalami terkilir pada pergelangan kaki saat menuruni puncak gunung.

“Kondisi membahayakan jiwa manusia terjadi di Gunung Api Banda ketika korban mengalami terkilir pada pergelangan kaki saat menuruni puncak gunung api,” kata Arafah di Ambon, Antara, Minggu, 8 Februari.

Ia menjelaskan, Kantor SAR Ambon melalui Pos SAR Banda menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 00.20 WIT.

Setelah menerima informasi, Tim SAR Gabungan segera dikerahkan dengan melibatkan personel SAR dan unsur masyarakat menuju lokasi kejadian di Gunung Api Banda yang memiliki ketinggian sekitar 640 hingga 658 meter di atas permukaan laut.

Lokasi evakuasi berada pada koordinat 4°31'23.40"S - 129°52'52.38"E, dengan jarak kurang lebih 3,69 kilometer dan heading 269,94 derajat ke arah barat dari Pos SAR Banda.

“Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 02.25 WIT, tim langsung melakukan persiapan evakuasi terhadap korban,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung lancar dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Sekitar pukul 04.40 WIT, Tim SAR Gabungan bersama korban berhasil tiba dengan selamat di Desa Nusantara. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Arafah menambahkan, sebelum kejadian, korban diketahui mendaki Gunung Api Banda bersama sejumlah rekannya pada Jumat, 7 Februari sekitar pukul 15.02 WIT dengan rencana mendirikan tenda dan bermalam di puncak gunung.

Namun, setelah tiba di puncak dan menunggu salah seorang rekan yang membawa tenda tidak kunjung datang, rombongan memutuskan membatalkan rencana berkemah dan memilih turun kembali.

Saat menuruni lereng gunung, korban mengalami cedera pada kakinya sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan.