GARUT - Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang masuk permukiman dan menyerang warga di Pacet, Kabupaten Bandung, kini menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, guna memulihkan kondisinya sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alami.
Manajer Taman Satwa Cikembulan Rudi Arifin mengatakan, macan tutul tersebut masih terus menjalani observasi intensif untuk memastikan kondisi fisik dan perilakunya kembali stabil.
“Macan tutul yang ditangkap di Bandung sedang menjalani proses rehabilitasi dan saat ini terus diobservasi,” kata Rudi di Garut, Minggu, 8 Februari.
Rudi menuturkan, satwa dilindungi itu ditangkap oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat setelah masuk ke permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Kamis (5/2).
Selanjutnya, macan tutul berjenis kelamin jantan tersebut dititipkan ke Taman Satwa Cikembulan untuk menjalani perawatan.
“Saat awal datang kondisinya stres dan terdapat luka, sehingga langsung kami karantinakan untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Rudi.
Selama berada di kandang karantina, macan tutul tersebut mendapatkan perawatan dari dokter hewan dan tim medis yang setiap hari memantau perkembangannya. Tim secara rutin mengamati pola makan, minum, serta perilaku satwa untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
“Setiap hari kami laporkan perkembangannya, mulai dari pola makan, pola minum, hingga perilaku satwanya, apakah ada yang tidak normal atau tidak,” katanya.
Rudi menegaskan, tujuan utama perawatan tersebut adalah menyelamatkan macan tutul agar tetap hidup dan mempertahankan sifat alaminya sebagai satwa liar.
Nantinya, setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil, tim dokter hewan akan merekomendasikan apakah satwa tersebut layak dilepasliarkan kembali ke habitatnya atau harus tetap berada di kawasan konservasi.
“Kondisi gigi taringnya patah dan ada luka. Semua akan ditangani dokter hewan, lalu direkomendasikan apakah memenuhi syarat untuk dilepasliarkan atau tidak,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, Taman Satwa Cikembulan selama ini aktif melakukan penyelamatan satwa liar, termasuk macan tutul. Sebelumnya, dua ekor macan yang diamankan dari Gunung Syawal pada 2009 dan Gunung Cikuray pada 2010 hingga kini masih hidup dan dalam kondisi sehat di Taman Satwa Cikembulan.
BACA JUGA:
“Ada dua macan dari Gunung Syawal dan Cikuray yang sampai sekarang masih hidup,” kata dia.