Bagikan:

CILEGON – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan lapangan langsung ke rumah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Lingkungan Pasir Angin, Kota Cilegon, pada Kamis (05/02/2026).

Menggunakan motor operasional Penyuluh KB, Menteri Wihaji menelusuri pemukiman warga untuk memastikan program prioritas pemerintah tepat sasaran. Saat ini, Kota Cilegon mencatat angka prevalensi stunting sebesar 19%, yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Sentuhan Langsung ke Akar Rumput

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji menyambangi dua keluarga sasaran. Di rumah pertama, beliau mengapresiasi pasangan Iksan (28) dan Ida Rosida (25) yang telah aktif dalam program Keluarga Berencana (KB) pasca kelahiran anak kedua mereka.

Namun, kondisi berbeda ditemukan pada keluarga kedua, yakni Nur Holis (27) dan Sarwati (24). Menempati rumah panggung kayu yang mulai rapuh, keluarga ini mengaku kesulitan ekonomi hingga terlilit utang demi kebutuhan sehari-hari.

Merespons hal tersebut, Menteri Wihaji secara spontan memberikan bantuan tunai untuk melunasi utang keluarga tersebut.

"Ini bantuan untuk meringankan beban, agar keluarga bisa lebih fokus pada pengasuhan dan kesehatan anak," ujar Menteri Wihaji.

Gerakan GENTING: Solusi Holistik dari Hulu

Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Menteri menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dari sisi nutrisi, tetapi juga lingkungan tinggal yang layak.

Melalui skema GENTING, kolaborasi nyata pun diwujudkan:

  • BAZNAS RI: Memberikan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
  • Rumah Zakat: Memberikan bantuan pembangunan sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

"GENTING didesain untuk menjawab masalah dari hulu, termasuk lingkungan hidup yang layak. Bantuan infrastruktur ini adalah fondasi yang akan didampingi dengan program gizi dan kesehatan," tegas Wihaji.

Sinergi Pemerintah Daerah dan Kader

Walikota Cilegon, Robinsar, yang turut mendampingi menyatakan kesiapannya untuk memperkuat sinergi dengan Kemendukbangga. Ia berkomitmen mengoptimalkan sumber daya daerah guna menurunkan angka stunting 19% di wilayahnya.

Di akhir kunjungan, Menteri Wihaji memberikan apresiasi tinggi kepada para kader dan penyuluh KB. Menurutnya, motor penyuluh yang digunakannya hari ini adalah simbol dedikasi para petugas lapangan.

"Data dan dialog langsung seperti ini menjadi kompas kita. Kebijakan seperti GENTING dirancang untuk benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar keluarga demi pembangunan SDM yang berkualitas," pungkasnya.