Bagikan:

JAKARTA - Turki siap bertindak sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan terkait Teheran.

Presiden Recep Tayyip Erdogan saat kunjungan resmi ke Arab Saudi, menegaskan Ankara menolak pecahnya perang baru di kawasan dan mendorong penyelesaian masalah melalui dialog. Turkiye, katanya, siap memfasilitasi pembicaraan antara Washington dan Teheran.

“Kami sama sekali tidak menginginkan perang baru di kawasan ini dan mengadvokasi penyelesaian melalui akal sehat serta dialog,” ujar Erdogan, seperti dikutip harian Turkiye, Sabah dilansir ANTARA dari Sputnik, Rabu, 4 Februari.

Ia juga menekankan pentingnya konsultasi dan koordinasi berkelanjutan dengan negara-negara kawasan, termasuk Arab Saudi dan Pakistan, guna mencegah eskalasi yang berpotensi memicu konflik lebih luas.

Pernyataan Erdogan itu muncul saat Gedung Putih mengatakan Komando Pusat AS menembak jatuh drone Iran yang diduga bertindak agresif terhadap kapal perang Amerika Serikat.

Pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan “armada besar” sedang bergerak menuju Iran, seraya berharap Teheran bersedia berunding dan menandatangani kesepakatan “adil dan setara” yang mencakup penghapusan total senjata nuklir.

Trump memperingatkan jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan "jauh lebih buruk" daripada serangan-serangan sebelumnya.