SUMEDANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mencatat tiga rumah warga mengalami rusak berat akibat pergeseran tanah yang terjadi di Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo.
"Ketiga rumah terdampak bencana yang mengalami rusak berat masing-masing dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total enam jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumedang Bambang Rianto di Sumedang, Antara, Selasa, 3 Februari.
Dia menjelaskan, pergeseran tanah tersebut terjadi di Desa Karyamukti akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut.
"Pergeseran tanah awalnya terjadi pada Senin sekitar pukul 05.00 WIB dan semakin parah dengan panjang pergerakan mencapai 15 meter dan ketinggian sekitar 10 meter,” katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa lokasi pergeseran tanah berada di sekitar aliran Sungai Cipeles dengan jarak kurang lebih 40 meter dari titik kejadian membuat kondisi tersebut diduga memperparah pergerakan tanah karena tingginya debit air sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Ia juga mengatakan dampak pergeseran tanah menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah warga karena tanah yang labil membuat sebagian bangunan tidak mampu menahan pergerakan tanah yang terjadi secara tiba-tiba.
BPBD Kabupaten Sumedang telah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dampak bencana serta memastikan kondisi warga terdampak, juga untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan.
“Kondisi tanah di lokasi kejadian hingga saat ini masih bergerak sehingga warga perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
BACA JUGA:
BPBD Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar tetap waspada, khususnya saat curah hujan tinggi.
Pihaknya juga meminta warga segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah maupun potensi bencana lainnya guna meminimalkan dampak bencana dan mencegah terjadinya korban jiwa.