JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pemprov DKI akan membangun jalan layang atau flyover sepanjang 2 kilometer di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat di waktu mendatang.
Flyover ini, menurut Pramono, dibutuhkan untuk kawasan tersebut karena Jalan Daan Mogot kerap terdampak banjir akibat hujan deras melanda Jakarta.
"Saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini. Yang panjangnya mungkin lebih dari 2 kilometer," kata Pramono di Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa, 3 Februari.
Pramono memerintahkan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk menyusun perencanaan pembangunan, mulai dari desain hingga mencari pelaksana konstruksi flyover. Infrastruktur ini, lanjut dia, akan menjadi solusi jangka panjang, selain penanggulangan banjir yang reaktif dilakukan setiap curah hujan tinggi.
"Karena di tempat ini, begitu curah hujan 100 milimeter saja, Sungai Mookervart ini pasti akan melipah ke jalan yang ada di daan mogot," tutur Pramono.
Selain itu, flyover di Daan Mogot juga diperlukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang rutin terjadi di lokasi tersebut. Kemacetan pun meningkat kala ruas jalan tergenang. Kelak, kendaraan-kendaraan tersebut bisa menghindari genangan dengan melintasi flyover.
"Jadi, proyek ini mungkin memang sudah menjadi tugas saya untuk nyelesain yang gak selesai-selesai. Termasuk di tempat ini dari tahun 2022, mudah-mudahan tahun 2027 selesai secara keseluruhan," jelas Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat. Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut, khususnya saat hujan berintensitas tinggi.
Pramono menegaskan, pembangunan polder dan rumah pompa tidak sekadar proyek infrastruktur, tetapi diarahkan untuk memberi dampak langsung bagi warga sekitar yang selama ini terdampak genangan.
"Pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot merupakan langkah konkret kami dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi. Kami ingin memastikan sistem yang dibangun benar-benar berfungsi optimal dan berdampak langsung pada pengurangan genangan," ucap Pramono.
Pembangunan dilakukan di empat titik di sepanjang Jalan Daan Mogot, tepatnya di wilayah Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan di Jakarta Barat, terutama di sisi utara jalan.
Menurut Pramono, kondisi tersebut menjadi alasan utama wilayah Daan Mogot masuk dalam prioritas penanganan banjir melalui pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung.
"Wilayah di sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya sisi utara jalan, menjadi prioritas karena sering mengalami genangan. Oleh karena itu, pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung difokuskan untuk melindungi permukiman warga serta infrastruktur di kawasan ini," ucap dia.
"Kehadiran Pompa Daan Mogot diharapkan mampu mengurangi tekanan pada polder lain sehingga penanganan banjir di Jakarta Barat menjadi lebih efektif," tambahnya.