JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan statistik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan angka 0,008, saat menanggapi keraguan soal potensi keracunan dalam program berskala nasional itu.
“Statistiknya 0,008… Artinya 99,99 usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin 2 Februari.
Ia menyebut MBG telah menjangkau 60 juta penerima manfaat. Program itu dijalankan melalui 22.275 dapur SPPG yang sudah operasional, serta 13.829 dapur dalam proses pengajuan di berbagai daerah.
“Banyak yang meramalkan pasti gagal, akan ada ribuan keracunan,” ujarnya.
Prabowo membandingkan risiko tersebut dengan kejadian yang bisa terjadi dalam aktivitas makan sehari-hari.
“Kita makan di resto saja bisa keracunan,” katanya.
Dalam paparannya, ia menyebut total makanan yang telah diproduksi mencapai 3,7 miliar porsi. Ia menambahkan program ini mendapat perhatian dari luar negeri.
“White House mempelajari MBG kita,” ucapnya.
Pemerintah menargetkan jangkauan penerima manfaat diperluas hingga 82 juta orang paling lambat Desember 2026.
Diketahui, belum lama ini sebanyak 118 pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengalami keracunan usai menyantap menun Makan Bergizi Gratis (MBG). Mengutip BBC Indonesia, sepanjang Januari 2026, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 1.242 orang diduga menjadi korban keracunan MBG di berbagai daerah. Total korban keracunan MBG sejak 2025 hingga awal 2026 mencapai 21.254.