Bagikan:

MALANG - Ledakan di pabrik tahu di Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mengakibatkan satu orang pekerja tewas pada Sabtu ini. Kini Kepolisian Resor (Polres) Malang tengah melakukan pendalaman terhadap penyebabnya.

Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar di Malang, Jawa Timur, mengatakan, penyelidikan juga untuk mengungkap secara pasti apakah di dalam peristiwa itu terdapat unsur kelalaian atau tidak.

"Kami masih melakukan pendalaman dan koordinasi lanjutan guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Saat ini fokus kami adalah penanganan tempat kejadian perkara dan kelengkapan administrasi penyelidikan," kata Bambang.

Bambang menyatakan personel dari Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang bersama Kepolisian Sektor Pakisaji telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan mengamankan lokasi sebagai bagian dari upaya penyelidikan. Korban tewas diketahui bernama Muhammad Ridwan (46).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara yang telah dilaksanakan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, kata Bambang, diketahui bahwa kejadian tersebut terjadi pada sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat itu korban Muhammad Ridwan yang bertugas sebagai operator sedang menyalakan tungku ketel yang bahan bakar menggunakan kayu bakar untuk memproduksi tahu.

Dari hasil proses penyelidikan yang telah dilakukan, polisi menduga bahwa ledakan ketel dipicu tekanan uap dan suhu panas berlebih di dalam ketel.

"Dugaannya karena tekanan uap dan suhu panas berlebih di dalam ketel sehingga menyebabkan ledakan," ucap dia.

Saat ketel tersebut meledak korban langsung terpental beberapa meter dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah korban yang merupakan warga asal Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar di Kota Malang dan direncanakan akan dilakukan visum guna memastikan penyebab pasti kematian.