Bagikan:

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan dengan intensitas sangat deras dalam 24 jam terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cirebon dan Kota Bekasi.

"Sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon direndam banjir usai hujan deras," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dilansir ANTARA, Jumat, 30 Januari.

Pusdalops BNPB mengkonfirmasi data yang diterima ada 312 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 20 - 70 centimeter. Sedikitnya ada sebanyak 1.273 orang atau 425 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Dalam periode yang sama hujan berintensitas sangat deras juga memicu banjir di wilayah Kota Bekasi. BNPB mencatat ada delapan kecamatan yang terendam banjir lebih dari 80 centimeter mulai dari Kecamatan Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan.

Sementara di Jakarta lebih dari 446 KK menjadi korban banjir hingga setinggi 150 centimeter yang diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan.

Ia memastikan tim petugas gabungan di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan Jakarta, sudah berada di lokasi bencana membantu proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.

"Untuk Kota Bekasi ada sebanyak 80 orang yang mengungsi, memanfaatkan bangunan Mushala Jamiatul Khair di Kampung Lebak, Teluk Pucung. Selebihnya dalam proses pendataan," kata AbdulMuhari

Adapun rentetan peristiwa tersebut selaras dengan laporan peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlaku aktif setidaknya hingga dua hari ke depanatau Minggu (1/2).