Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melanjutkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk hari ke-12 sebagai upaya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Operasi ini dijalankan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta guna menekan potensi hujan lebat yang berisiko memicu banjir.

Pelaksanaan OMC hari ke-12 dilakukan pada Selasa, 27 Januari 2026, dengan empat sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma.

Penyemaian awan dilakukan di sejumlah wilayah sekitar Jakarta, termasuk perairan utara Jakarta, Jakarta Selatan, Bekasi, dan Kabupaten Bogor.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, operasi ini merupakan langkah antisipatif untuk mengendalikan potensi curah hujan tinggi yang dapat berdampak langsung terhadap wilayah Jakarta.

"Operasi modifikasi cuaca hari ke-12 ini merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Seluruh pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif, sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman," ujar Isnawa dalam keterangannya, Selasa, 27 Januari.

Sorti pertama dilakukan pada pagi hari dengan penyemaian awan di wilayah perairan utara Jakarta. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl). Area semai berada pada jarak 30 hingga 50 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Sorti kedua masih dilaksanakan pada hari yang sama dengan target wilayah Jakarta Selatan. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 6.000 kaki dengan sasaran awan Stratocumulus. Pada sorti ini digunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO).

Pada siang hari, sorti ketiga digelar dengan wilayah penyemaian di area Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000 hingga 7.000 kaki dengan menggunakan bahan semai CaO sebanyak 800 kilogram.

Sementara itu, sorti keempat dilakukan pada sore hari dengan target wilayah Kabupaten Bogor. Penyemaian awan dilakukan pada ketinggian 5.000 hingga 7.000 kaki, dengan estimasi penerbangan kurang dari satu jam. Pada sorti ini juga digunakan Kalsium Oksida sebanyak 800 kilogram.

Isnawa menyebut, BPBD DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian serta memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

"BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalisir risiko genangan dan banjir," tuturnya.