Bagikan:

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera mencapai 1.200 jiwa. Bencana tersebut terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November tahun lalu hingga pekan kedua Januari 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, jumlah korban jiwa tersebut mengalami penambahan setelah adanya laporan terbaru dari daerah terdampak.

“Jumlah tersebut bertambah setelah adanya laporan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh,” kata Abdul Muhari dalam keteranganya, Rabu 21 Januari.

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat masih banyak korban yang belum ditemukan. Hingga saat ini, sebanyak 143 orang dilaporkan masih dalam status hilang dan terus dilakukan upaya pencarian oleh tim gabungan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, dampak bencana banjir dan longsor juga menyebabkan ratusan ribu warga harus mengungsi. Saat ini, jumlah penduduk terdampak yang masih bertahan di lokasi pengungsian mencapai 113.903 jiwa. Mereka tersebar di berbagai wilayah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Abdul Muhari menjelaskan, dinamika jumlah pengungsi terus mengalami perubahan seiring dengan berjalannya proses pembersihan material banjir dan longsor, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang mulai dilakukan di sejumlah daerah.

“Dinamika jumlah pengungsi terus berubah seiring dengan proses pembersihan wilayah terdampak, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang mulai berjalan di sejumlah daerah,” ujarnya.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait terus mengoptimalkan penanganan darurat di lapangan. Fokus utama penanganan saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Upaya tanggap darurat dan pemulihan awal dilakukan secara terpadu agar transisi menuju tahap rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat dan terukur,” ujarnya.

BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa waktu ke depan.