Bagikan:

BOGOR – Sekolah Rakyat di Kota Bogor ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2027. Target waktu operasional tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico saat meninjau lahan calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa 20 Januari.

Robben mengatakan, peninjauan lokasi merupakan tahapan awal sebelum pembangunan fisik dimulai. Proses perencanaan dan kajian teknis akan segera dilakukan, termasuk pengecekan kontur tanah di area seluas sekitar lima hektare yang disiapkan sebagai lokasi sekolah.

“Hari ini kita memulai langkah awal dengan melihat langsung kondisi lokasi. Selanjutnya akan dilakukan kajian dan perencanaan. Insyaallah paling lambat bulan Juni sudah masuk tahap lelang dan mulai pekerjaan awal,” kata Robben.

Ia menegaskan, dalam enam bulan ke depan Kemensos bersama Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemerintah Kota Bogor akan memaksimalkan proses pembangunan agar Sekolah Rakyat dapat digunakan pada Juli tahun depan. Sekolah ini dirancang untuk menampung anak-anak Kota Bogor yang saat ini masih bersekolah di luar wilayah, seperti Cibinong.

Sekolah Rakyat Kota Bogor direncanakan memiliki daya tampung minimal 1.000 hingga 1.080 siswa dengan konsep sekolah berasrama atau boarding school. Seluruh aktivitas pendidikan dan kehidupan siswa akan berlangsung selama 24 jam di lingkungan sekolah.

“Karena ini sekolah boarding, maka proses pembelajaran dan pembinaan berlangsung penuh selama 24 jam. Siswa tidak pulang setiap hari, tetapi tinggal di asrama Sekolah Rakyat,” ujar Robben.

Pembangunan fisik sekolah akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan fasilitas meliputi ruang kelas, asrama siswa, laboratorium, tempat ibadah, lapangan, gedung serbaguna, serta asrama bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai rencana sehingga segera memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan sejumlah solusi teknis telah dibahas bersama dinas terkait.

“Alhamdulillah hari ini Pak Sekjen meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat Kota Bogor. Secara teknis sudah dibahas bersama dan sudah ada solusi terkait rencana pembangunannya,” kata Denny.

Robben menambahkan, konsep Sekolah Rakyat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, akhlak, kebangsaan, dan keagamaan, serta pembekalan keterampilan yang bersertifikasi bagi para siswa.