JAKARTA - Bupati Pati Sudewa alias Sudewo memilih tak memberikan pernyataan apapun saat tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada hari ini, 20 Januari. Dia bungkam saat disinggung terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjeratnya.
Dari pantauan di lapangan, Sudewo tiba di kantor komisi antirasuah sekitar pukul 10.34 WIB setelah menempuh perjalanan menggunakan pesawat komersil pada pukul 08.00 WIB. Dia tampak menggunakan kemeja putih dilapisi jaket hitam dan sandal.
Sudewo tampak membawa topi hitam tapi tidak dipakainya dan digiring sejumlah petugas. Dia tak menjawab apapun, termasuk saat disinggung soal kedatangannya lagi ke KPK.
Adapun Sudewo diketahui pernah datang ke gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap DJKA pada 2025 lalu.
Politikus Partai Gerindra ini juga tak menjawab apapun saat dimintai tanggapan soal OTT maupun pesan bagi warga Pati. Kehadiran Sudewo juga sempat mendapat perhatian dari sejumlah tamu yang sedang duduk di loby gedung.
Selain Sudewo, ada tiga orang lain yang masuk bersama iringan petugas lewat pintu depan gedung. Tapi, KPK belum memberikan informasi identitas pihak yang dibawa dalam kegiatan itu.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo hanya mengatakan Sudewo terjaring operasi senyap yang berkaitan suap pengisian jabatan perangkat desa. Diduga ada pemberian uang dari sejumlah pihak untuk menduduki jabatan Kepala Urusan (Kaur) hingga Sekretaris Desa (Sekdes).
“(Suap, red) terkait pengisian kaur, kasi ataupun sekdes,” kata Budi kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 20 Januari.
BACA JUGA:
Selain OTT di wilayah Pati, Jawa Tengah, KPK juga menggelar operasi senyap di wilayah Madiun, Jawa Timur. Sembilan orang sudah dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut, di antaranya Wali Kota Madiun Maidi.
Dugaannya terjadi suap proyek dan CSR di Kota Madiun. Sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka melalui forum ekspose atau gelar perkara dan akan disampaikan melalui konferensi pers.