Bagikan:

JAKARTA - Wali Kota Madiun Maidi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta doa setelah tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Senin malam.

Hal ini disampaikannya sebelum menjalankan pemeriksaan lanjutan di kantor KPK. Dari pantauan di lapangan, Maidi tiba sekitar pukul 22.30 WIB setelah diterbangkan dengan penerbangan komersil dari Surabaya, Jawa Timur sekitar pukul 19.20 WIB.

Saat tiba di gedung Merah Putih KPK, Maidi tampak menggunakan topi dan jaket berwarna biru dongker. Dirinya juga menenteng sebuah pouch hitam di tangan kanan dan tas tangan berkelir biru muda di tangan kiri.

“Saya tidak pernah lelah membangun kota Madiun, kalau ada kekurangan doakan saja,” kata Maidi sebelum masuk ke dalam gedung sambil tersenyum.

Wali Kota Madiun Maidi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK/FOTO: Wardhany Tsa Tsia-VOI

Selain Maidi, KPK juga membawa Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah dan satu orang lainnya lewat pintu depan. Sementara enam lainnya masuk melalui pintu belakang.

Diberitakan sebelumnya, KPK berhasil mengamankan 15 orang melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 19 Januari. Namun, hanya 9 orang termasuk Maidi yang dibawa ke Jakarta usai menjalani pemeriksaan di Madiun.

KPK juga turut mengamankan barang bukti uang sekitar ratusan juta rupiah. OTT ini berkaitan dengan perkara terkait fee proyek dan dana CSR.